Selamat Hari Raya Idhul Adha 1432 H dan Sejarahnya

HMI Tulang Bawang, bertepatan dengan tanggal 6 November 2011, Kami Dalam Hal ini mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Idhul Adha, Hari raya ini juga bisa dikatakan hari raya qurban.
Bertepatan juga dengan ibadah Haji yang di lakukan umat muslim di seluruh penjuru dunia kami mendoakan agar ibadah yang di lakukan mabrur, dan dapat kembali ke tanah air dengan selamat, amien.
Hari raya ini juga Ada sejarahnya.


Nabi Ibrahim menyampaikan kepada anaknya,
إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى
“Sungguh aku telah bermimpi bahwa aku menyembelih kamu (Ismail), – Aku diperintahkan agar aku menyembelih kamu, wahai Ismail. – Bagaimana menurutkanmu Ismail? Bapak gelisah karena mimpi ini.” Ternyata jawaban dari anaknya di luar dugaan. Ia tidak mengatakan, “Jangan!”, “Tidak mau. Saya tidak mau disembelih.”, atau “Ayah jahat,” misalnya. Ternyata jawaban dari Ismail,
يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِين
“Wahai Bapakku, lakukan saja. Aku insya Allah termasuk orang-orang yang siap dengan sabar menghadapi perintah Allah ini.” “Jadi pendapatmu seperti itu?” “Iya, itu adalah perintah dari Allah. Lakukan saja, jangan ragu-ragu. Saya Insya Allah termasuk orang-orang yang sabar dalam menghadapi ujian seperti ini.” Sang orang tua, Nabi Ibrahim, mendapat dukungan terhadap mimpinya itu. Saat itu Nabi Ibrahim hanya bisa berkata, “Ya sudah, bismillah kalau begitu. Saya siapkan pisau yang tajam.” Pisau itu diasahnya bolak-balik sampai tajam betul. Jangan sampai nanti nyangkut dan sebagainya, karena anak sudah siap.
Nabi Ibrahim tidak pernah menduga bahwa anaknya, Ismail, setinggi itu kesabarannya. Bahkan dengan tegarnya ia mengatakan,
يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِين
“Bapakku, lakukan saja – jangan ragu-ragu – apa yang Allah perintahkan. Insya Allah bapak akan melihat saya tegar, siap.” Tentu saja bapaknya mendapatkan dorongan/dukungan yang luar biasa. “Kalau memang begitu, bismillah saya akan melaksanakan perintah Allah.” Diambillah golok dan diasah bolak-balik hingga tajam dengan semata-mata ingin mendapatkan ridha Allah. Anak pun tega untuk dipotong demi mendapatkan ridha Allah Swt. Ibu untuk mendapatkan ridho Allah, ada sedikit saja di rumah sudah tidak mau.
Ketika itu datanglah setan sambil berkata, “Ibrahim, kamu orang tua macam apa kata orang nanti, anak saja disembelih?” “Apa kata orang nanti?” “Apa tidak malu? Tega sekali, anak satu-satunya disembeli!” “Coba lihat, anaknya lincah seperti itu!” “Anaknya pintar lagi, enak dipandang, anaknya patuh seperti itu kok dipotong!” “Tidak punya lagi nanti setelah itu, tidak punya lagi yang seperti itu! Belum tentu nanti ada lagi seperti dia.” Nabi Ibrahim sudah mempunya tekat. Ia mengambil batu lalu mengucapkan, “Bismillahi Allahu akbar.” Batu itu dilempar. Akhirnya seluruh jamaah haji sekarang mengikuti apa yang dulu dilakukan oleh Nabi Ibrahim ini di dalam mengusir setan dengan melempar batu sambil mengatakan, “Bismillahi Allahu akbar.”
Jadi sekarang semua jamaah haji wajib melontar jumrah. Di sana jumrah itu sebenarnya sebagai tanda semacam tugu. Bentuknya semacam tiang seperti ini, semacam tugu ke atas bisa dilihat dan dilempar dengan niat bukan melempar tiangnya sebanyak tujuh kali.
Setan/iblis tidak putus asa, “Ah, bapaknya tidak bisa juga. Biar istrinya.” Istrinya didatangi sama iblis. “Kamu mempunyai suami seperti itu, masak kamu yang capek, kamu yang melahirkan, kamu yang membesarkan, suami kamu enak saja mau menyembelih anak itu. Apa kamu orang perempuan memang tidak mempunyai perasaan?” Ia dibujuk dengan bermacam-macam cara. Tapi istrinya juga sudah sama-sama bertekat karena tahu bahwa anaknya juga sudah siap seperti itu. Ia pun mengambil batu dan mengucapkan, “Bismillahi Allahu akbar.”
Kalau lemparan pertama berada di satu tempat, lemparan yang kedua berbeda.  Lemparan yang pertama sekarang diperingati sebagai jumrah aqabah. Sedangkan yang kedua adalah jumrah wustha namanya. Itu adalah ibunya. Yang terakhir setan menggoda Ismail. “Eh, kamu tidak tahu kalau hidup ini enak, kok kamu nurut saja sih. Kamu masih bisa ini masih bisa itu di dalam hidup ini. Kamu kok nurut saja padahal setelah itu kamu mati, tidak bisa apa-apa.” Ismail juga mengambil batu lalu melempar setan sambil mengucapkan, “Bismillahi Allahu akbar.” Dilemparlah setan ini tiga kali hingga sekarang berwujud menjadi jumrah sughra.
Karena setan ini sudah minggir semua sebab dilempari dan mereka tidak menggoda lagi, Ibrahim dengan mudah melaksanakan niatnya. Ismail dimiringkan ibarat kambing yang mau dipotong, dikasih ganjel, dan sebagainya. Goloknya juga sudah dicoba memang sudah tajam betul. Ketika Ibrahim mengucapkan, “Bismillahi Allahu akbar,” ternyata bukan Ismail yang dipotong tetapi Allah ganti dengan kambing gibas. Ismail tetap berada di sampingnya dalam keadaan segar bugar. Yang dipotong bapaknya ternyata adalah kambing. Itulah asal usul kurban, hari raya Kurban. Dalam bahasa arabnya berarti Idul Adha. Kemudian kita berkurban ini bahasa arabnya adalah udhhiyah, yaitu kambing kurban. “Tanggal dua puluh tujuh, ya?” Tanggal dua puluh tujuh nanti insya Allah ada hari raya Kurban. “Ibu sudah siap mau Kurban?” “Mau kurban perasaan atau mau kurban kambing?”
Baiklah ibu-ibu sekalian, untuk itu pada kesempatan ini saya ingin menjelaskan tentang kurban itu. Ibu-ibu sekalian, kurban adalah memotong kambing pada hari raya Idul Kurban atau Idul Adha. Satu ekor kambing hanya untuk satu orang. Kurban satu ekor kambing tidak boleh untuk satu rumah. Niatnya, “Ini kurbannya orang satu rumah,” tidak boleh. Satu ekor kambing itu untuk satu orang. Ia bisa saja diniati untuk si bontot, misalnya. Bisa juga diniati untuk bapaknya atau untuk istrinya atau untuk anaknya yang pertama. Silahkan muter saja. Boleh seperti itu. Kalau kita mau ramai-ramai – Alhamdulillah semuanya ada. Dananya juga cukup. Ada bapak, ada istri, ada suami, ada anak, semuanya berjumlah tujuh. Kalau ini mau dijadikan satu, bisa, yaitu dengan berkurban seekor kerbau atau sapi. Kalau pada masa Rasulullah Saw. dulu adalah unta. Itu bisa saja. Jadi kalau kerbau itu bukan untuk sendiri, tapi untuk tujuh orang. Sapi juga untuk tujuh orang. Ini bisa dilakukan seperti itu. Tetapi kalau satu ekor kambing untuk ramai-ramai, tidak boleh. Misalnya, di sini para santri per kelas ramai-ramai membeli kambing. Saya kira itu namanya bukan Kurban. Kalau kamu membeli kambing ramai-ramai dan dipotong pada hari raya Idul Kurban, itu namanya kambing shodaqoh. Itupun kalau kamu bagi-bagi. Kalau dimakan sendiri, ya namanya patungan makan bersama. “Bagaimana ustadz sebagian dibagi pada yang lain dan sebagian dimakan sendiri?” Yang dibagikan pada orang lain namanya shadaqah, sedangkan yang dimakan sendiri bukan shadaqah.
“Satu orang bisa dua atau tiga kambing?”
“Tidak apa-apa, bu. Nanti saya jelaskan, ibu-ibu sekalian. Kalau ibu paham betul, mungkin ibu bisa mengatakan, “Saya sudah kurban sampai lima puluh kali, ustadz.” Bisa saja karena itu tidak ada kaitannya dengan jumlah kalau sudah sekali ya sudah tidak perlu lagi. Baiklah ibu-ibu sekaliyan, saya jelaskan saja bagaimana Rasulullah menjelaskan pada kita tentang kurban ini. Sebenarnya setiap ibadah itu diberikan balasan oleh Allah Swt. Shalat juga diberikan balasan. Macam-macamlah balasan shalat itu; di antaranya adalah ampunan dosa. Karena yang kita minta macam-macam, maka dengan shalat itu Allah juga akan memberikan yang macam-macam; rizki lancar dan sebagainya.
Itu shalat. Sekarang kalau kurban itu apa? Rasulullah Saw. pernah ditanya oleh para sahabat,
قال أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم : ما هذه الأضاحي ؟ قال : سنة أبيكم إبراهيم
“Para sahabat bertanya kepada Rasulullah, ‘Ya Rasulullah, berkurban itu apa sih maksudnya?’” Memotong kambing kurban pada hari raya atau pada hari idul adha itu apa sih sebenarnya? Rasulullah Saw. menjawab bahwa kurban itu adalah tradisi yang dilakukan oleh kakekmu Ibrahim as. Jadi Nabi Ibrahim itu yang pertama kali berkurban. Pada awalnya niat Nabi Ibrahim sebenarnya bukan mengurbankan kambing. Karena menjalankan perintah Allah Swt. anaknya siap untuk dijadikan kurban. Tetapi Allah menggantinya dengan hewan kurban. Sejak Nabi Ibrahim memotong anaknya dan ternyata itu adalah kambing, Nabi Ibrahim melakukan seperti itu. Ini adalah tradisi yang telah dilakukan oleh kakekmu Nabi Ibrahim.
قالوا : فما لنا فيها ، يا رسول الله ؟ قال : بكل شعرة من الصوف حسنة .
Para sahabat bertanya lagi, “Kalau kita berkurban, kita dapat apa?” “Kita dapat apa kalau kita berkurban, wahai Rasulullah?” Artinya, kita nanti akan dibalas apa oleh Allah Swt.? Rasulullah menjawab bahwa setiap rambut dari bagian-bagian yang ada di kambing itu Allah akan berikan satu kebaikan. “Ibu, ada yang pernah menghitung rambut di telinga ini berapa?” Banyak sekali jumlahnya. Di kaki saja, di kikil kaki yang biasa ibu bakar itu kira-kira berapa rambutnya? Atau di mata itu yang sedikit itu berapa rambutnya?
لكل شعرة حسنة
“Setiap satu rambut itu Allah akan berikan kebaikan.” Ibu ingin kebaikan kan? Baju ingin yang baik. Makanan yang dimakan maunya juga makanan yang baik. Semuanya ingin dalam kondisi yang baik. Rizki yang kita dapatkan juga rizki yang baik. Segala sesuatunya ingin yang baik-baik. Allah akan berikan satu kebaikan untuk setiap rambutnya. Jadi besar sekali pahalanya itu, bu. Pertanyaan tadi, “Kita sudah satu kali berkurban, kalau dua atau tiga kali apa tidak kebanyakan, ustadz?” Apa ada orang yang sudah merasa cukup dengan mendapatkan kebaikan dengan jumlah tertentu? Yang namanya manusia sudah mendapatkan yang banyak juga ingin lebih banyak lagi.
Nah, jadi kalau ibu-ibu memang benar-benar ingin kebaikan, ayo silahkan. Kalau tahun ini tidak bisa, tahun depan masih ada barangkali. Niati beli kambing yang masih kecil, harganya tidak seberapa. Kambing itu dipelihara selama satu tahun. Kalau sudah besar, dipotong, sudah bisa jadi kurban. Setiap rambut itu akan Allah berikan kebaikan. Berapa banyak kebaikan yang Allah berikan pada diri kita? Kalau kita bilang tidak terhitung banyaknya karena kita belum pernah menghitung dan saya yakin di dunia ini belum pernah ada orang yang mencoba menghitung. Itulah kebaikan yang Allah tawarkan. Allah tawarkan kepada Ibu-ibu, apakah Ibu mau mengambil kebaikan ini atau tidak. Silahkan, kalau memang mau, “Bismillah, dari sekarang nawaitu (saya niat),” sudah niat Ibu mau kurban. Ibu semua mau kurban, bu? Soal kapannya asal sekarang sudah niat, ya bu ya? Tidak bisa tahun ini, tahun depan. Tidak bisa tahun depan, tahun depannya lagi. Kalau kambing itu sekarang ini harganya satu juta yang besar, misalnya, untuk kurban, kalau Ibu menabung satu hari seribu saja, tiga tahun ibu sudah bisa kurban. Seribu, satu hari seribu. Kalau Ibu menabung lima ribu per hari, satu tahun Ibu bisa kurban dua ekor. Pilih yang mana, Bu? Pilih anaknya sekarang berapa? Yang anak mungkin tiga ratus atau dua ratus. Tapi kadang-kadang orang  yang mempunyai anak kambing bilang, “Tidak mau saya jual, masih kecil, kasihan.” Anak kambing umur enam bulan lepas dari susuan sekarang bisa sekitar tiga ratus atau mungkin empat ratus. Dipelihara satu tahun sudah langsung bisa untuk kurban. Tapi itu kan besar. Kalau Ibu mau dengan modal kecil, itu tadi juga bisa. Satu hari menyimpan lima ribu misalnya, maka satu tahun ibu sudah bisa kurban dua. Berarti kalau satu ekor, ya ibu menabung dua ribu lima ratus. Ibu menyimpan dua ribu setiap hari, insya Allah Ibu juga dapat untuk kurban itu selama satu tahun. Kira-kira ibu bisa menyimpan satu hari seribu, Bu? Bu, kira-kira bisa tidak? Bagaimana Bu? Apa kita di sini perlu ada simpanan untuk kambing kurban begitu? Nanti dicatat begitu Ibu? Bu, ini sudah lima ratus lebih ni Bu. Biarin masih nambah lagi misalnya, apa begitu? Boleh saja kita bantu. Kita bantu ibu menabung untuk kurban misalnya. Itu bisa saja, kalau Ibu mau.
لكل شعرة حسنة
“Setiap rambut itu akan menghasilkan satu balasan kebaikan dari Allah Swt.” Ini yang menarik bagi kita untuk kurban. Yang lain Rasulullah Saw. juga pernah menyampaikan kepada anaknya, Fatimah,
يا فاطمة قومي إلى أضحيتك فاشهديها فإن لك بأول قطرة تقطر من دمها يغفر لك ما سلف من ذنوبك قالت يا رسول الله هذا لنا خاصة أهل البيت قال لنا وللمسلمين
“Hai Fatimah, kamu sana lihat kambing kurbanmu! Kamu saksikan, Kamu lihat itu! Kambing kurbanmu lagi dipotong itu.” Fatimah ini anaknya. “Kamu coba lihat, darah yang pertama kali menetes jatuh ke tanah itu akan bisa menghapuskan dosa-dosamu, akan bisa menghilangkan, menghapuskan dosa-dosamu.” Jadi bukan saja bulunya yang Allah berikan balasan, yaitu setiap bulu itu satu kebaikan, tetapi darah yang menetes pertama kali itu akan bisa menghapuskan dosa-dosa yang telah kamu lakukan. Ini kata Rasulullah.
Ibu ingin dosanya diampuni? Tinggal  lakukan itu. Di sini ternyata darah yang menetes pertama kali itu akan bisa melenyapkan dosa-dosa yang telah lalu. Fatimah bertanya karena terkejut melihat begitu banyaknya, setiap bulu diberikan balasan dengan kebaikan kemudian sekarang setiap darah yang menetes bisa menghapuskan dosa,
قالت يا رسول الله هذا لنا خاصة أهل البيت قال لنا وللمسلمين
“Ya Rasulullah, apakah ini khusus untuk kita ahlul bait, keluarga Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Ini semua bagi siapa saja yang melakukan kurban itu akan mendapatkan seperti itu. Bukan hanya kita, keluarga rasul, tetapi juga seluruh orang Islam yang berkurban.” Bagaimana kalau yang kurban itu orang-orang kafir? Kadang-kadang orang kafir kalau seperti ini ikut-ikutan kurban, bu. Mereka membagi-bagi daging; orang Hindu, PT-PT, perusahaan, china-china itu melakukan kurban.
Orang-orang kafir itu, orang-orang yang bukan Islam itu, dikatakan di dalam al-Quran,
أعمالهم كسراب
“Amal perbuatan mereka itu seperti fatamorgana.”
Fatamorgana itu, kalau ibu lihat jalan yang baru diaspal dari jauh seakan-akan ada airnya, sepertinya ada airnya begitu, basah begitu, dari jauh kelihatannya basah, itu kalau di padang pasir kelihatannya seperti lautan, biru begitu, dilihat ada lautan di depan situ. Fatamorgana itu sering menipu orang. Kalau dihampiri sepertinya dekat di situ, tapi di depan sini tidak ada, masih ada di depan lagi begitu. Jadi orang yang mengejar fatamorgana itu tidak tahu semakin jauh sekali sudah terlewati. Itu fatamorgana. Biasanya pada siang hari kita lihat itu di jalan. Kalau kita di daerah sini tidak terlalu terasa karena naik turun, juga karena jalannya rusak. Tetapi kalau seperti jalan di Jakarta, di jalan tol dan sebagainya, biasanya seperti ada airnya, padahal bukan air. Kalau di padang pasir seakan-akan di depan ada air seperti laut, tetapi saat dihampiri ke sana, semakin jauh ternyata tidak ada di situ, masih di depan terus, di mana ini tempatnya? Nah, amal kebaikan yang dilakukan oleh orang-orang kafir, orang-orang non muslim itu, bagi mereka yang melakukan seakan-akan akan mendapatkan balasan, akan mendapat pahala, dibalas oleh Allah, tetapi kenyataannya mereka tidak mendapatkan apa-apa. Itu seperti PT-PT, China-china juga banyak, Bu. Katanya Extra Joss itu kurban satu juta kambing. Saya tidak tahu apakah orang Islam atau bukan? Tapi yang jelas saat kita diberi kambing, asalkan cara memotongnya benar, itu halal-halal saja, sekalipun yang memberi itu orang kafir. Orang kafir mengasih kambing hidup pada kita, kita terima apa tidak, Bu? Asal kita memotongnya dengan cara Islam, ya halal-halal saja. Tetapi kalau sudah dipotong oleh mereka, nah, di sini sekalipun kambing, kita harus menanyakan siapa yang memotong? Mereka. Mereka membaca bismillah atau tidak?
ما أهل لغير الله
Jadi ia dipotong bukan dengan nama Allah. Sekalipun ayam atau kambing itu menjadi haram.
Hati-hati Ibu membeli daging di pasar! Kadang-kadang ayam sudah mati, tapi dipotong dengan menggunakan mesin semuanya. Mereka telah dipotong sekalipun asalnya mati. Ibu-ibu bisa tidak membedakan ayam ini mati sebelum dipotong atau mati setelah dipotong? Bisa tidak, Bu? Sekarang bangkai itu dikasih kunyit sehigga tidak tampak lagi biru. Semuanya tampak kuning. Begitu kan? Ini sulit sekali, Bu. Saya di sini pernah memelihara ayam. Perhatikan, Bu, pengalaman saya. Ayam ini ketika ditangkap ada yang mati. Tapi yang mati ini oleh yang beli, yang bawa mobil, yang menempatkan ayam di keranjang-keranjang itu dibawa saja, padahal ayam itu sudah mati. Katanya nanti untuk pakan ini. Itu alasannya kepada kita. Tetapi di sana nanti masuk ditimbang lagi, masuk nanti akan dibayar. Artinya bangkai itu dijual. Bangkai itu nanti akan dipotong dan dicampur dengan yang ada. Apalagi kalau tidak dijual masih dalam keadaan utuh. Sekarang kan ayam dikuliti, diambil dagingnya, dijadikan nuget dan macam-macam, Bu; bakso, sate, dan sebagainya, semakin tidak tampak lagi, dijual untuk bubur ayam, untuk bakso, untuk sate, dipotong-potong, ditusuk-tusuki, kemudian dibakar, mau tampak apa? Rasanya sama saja. Nah, yang seperti ini semakin meragukan karena hampir setiap orang membeli ayam itu seperti itu. Maka kalau kita tidak yakin betul bahwa yang menyembelih itu orang Islam atau bukan, lebih baik ibu membeli ayam hidup  kemudian dipotong sendiri. Itu lebih aman.
Di Jakarta sekarang, Ibu-ibu sekalian, – saya kira tidak hanya di Jakarta, tapi sudah merambah kemana-mana, – daging sapi, daging kerbau, itu dicampur dengan daging babi karena jumlah babi di Indonesia lebih banyak daripada jumlah sapi dan kerbau. Kalau sapi beranak satu-satu, satu tahun satu. Babi sekali beranak, katanya Bu, seperti kelinci saja. Ini dimanfaatkan oleh para tukang potong yang sekarang. Kalau dulu tukang potong itu umumnya orang Islam, Bu. Sekarang orang-orang China juga menjadi tukang potong, Bu. Mereka menjadi tukang potong ayam, tukang potong sapi, ya sudah kacau balau. Kadang-kadang seperti itu dibiarkan saja oleh pemerintah; tidak ada persyaratan harus orang Islam karena di sini kebanyakan orang islam, tidak ada yang seperti itu. Yang penting sudah ada izin, beres.
Saya melihat seperti di Pal Merah itu China-china itu menjadi tukang potong ayam. Karena mereka ingin mendapatkan keuntungan yang banyak, dimasukkan daging babi, dioplos seperti itu. Inilah resikonya kalau orang tidak tahu agama. Kita yang beragama ini akan kena juga. Memang resikonya seperti itu. Pemerintah juga kadang-kadang begitu, Bu. Apa tidak diperiksa oleh pemerintah? Diperiksa. Tapi tukang periksanya juga dikedipi mata saja, sudah tahu dia. Jangan macam-macam lah! Sebelum memeriksa, dicegat dulu. Kalau perlu dikasih minum dulu, dikasih rokok dulu. Jadi sudah kacau balau, sudah kacau balau masalah daging-daging seperti ini.
Ibu-ibu sekalian saya lanjutkan, jadi tetesan darah pertama akan menjadi penghapus dosa kita. Ini untuk kita semua, orang Islam, bukan hanya keluarga Rasulullah seperti yang tadi ditanyakan oleh Fatimah, “Kok begitu besarnya, begitu banyaknya, apakah ini khusus untuk kita-kita ini, ya Rasulullah, keluarga nabi?” Bukan, ini untuk kita dan juga orang lain akan Allah berikan sama seperti itu.
Kemudian Rasulullah menjelaskan lagi di yang lain,
يا فاطمة قومي فاشهدي أضحيتك فإن لك بأول قطرة من دمها مغفرة من كل ذنب أما إنه يجاء ولحمها ودمها توضع في ميزانك سبعين ضعفا
Rasulullah masih menyuruh Fatimah supaya dia melihat binatang kurban ketika dipotong, “Cepat kamu lihat itu!” Di samping setiap darah yang menetes ini akan mencuci dosa-dosa kita, menghapuskan dosa-dosa kita, kata Rasulullah, nanti binatang kurbanmu itu akan datang dengan lengkap – termasuk darahnya – dan akan diletakkan di timbangan kebaikanmu. Kalau kambing yang kita timbang itu hanya tiga puluh kilo, diganti oleh Allah dengan tujuh puluh kali lipat, bu. Biasanya kambing kurban ada yang tiga puluh kilo. Yang besar ada yang empat puluh kilo. Kalau yang kecil-kecil dua puluh lima kilo, misalnya. Itu nanti ketika diletakkan di timbangan kebaikan bukan hanya dua puluh kilo atau tiga puluh kilo, tetapi dikalikan tujuh puluh kali lipat. Jadi kalau misalnya tiga puluh kilo, maka dikalikan tujuh puluh kilo, berapa ya, Bu? Tiga kali tujuh, dua ribu seratus. Dua ribu, dua ton, dua puluh kuintal, dua puluh satu kuintal. Jadi besar sekali pahala kurban ini. Tadi dari sisi rambutnya saja sudah tidak terhitung. Dari sisi rambut sudah tak terhitung, dari sisi darahnya saja bahwa darah yang menetes itu akan menghapuskan dosa-dosa kita yang telah kita lakukan, kemudian juga timbangan kita nanti akan Allah lipat gandakan sampai tujuh puluh kali lipat dari kambing yang kita kurbankan. Luar biasa masalah kurban ini.
قال أبو سعيد : يارسول الله ، هذ لآل محمد خاصة فهم اهل لما خصوا به من خير أو لآل محمد والمسلمين عامة
Karena kaget melihat begitu besarnya pahala, Abu sa’id juga hampir-hampir tidak percaya itu karena besar sekali. Maka ia bertanya, “Apakah ini khusus untuk keluarga Nabi Muhammad saja? Masa kita juga bisa dapat seperti begitu? Rasanya sepertinya tidak layak mendapatkan bagian seperti itu. Ini barangkali khusus untuk keluarga Rasul.” Tapi dijawab oleh Rasulullah, “Itu tidak hanya untuk kami keluarga Muhammad, tetapi untuk seluruh kaum muslimin.” Ini ditegaskan lagi. Fatimah juga pernah bertanya seperti itu juga. Tapi dijawab oleh Rasul, “Bukan, bukan hanya untuk kita. Semua akan mendapatkan seperti itu.” Abu Sa’id rupanya juga seperti tidak percaya, “Apa iya, kok besar sekali seperti itu. Ini barangkali untuk keluarga Nabi Muhammad saja.” Tapi dijawab oleh Rasul Saw., “Ini untuk semua orang-orang Islam.” Inilah tentang kurban, dari pahalanya memang cukup luar biasa. Tetapi kita semua kadang-kadang menganggap, “Alah, itu kan cuma sunnah saja, ya Rasulullah. Kalau melakukan, dapat pahala. Kalau tidak melakukan, tidak apa-apa.” Kita kadang-kadang salah dalam memahami agama bahwa kalau yang sunnah itu ya kalau bisa, kalau tidak kan tidak apa-apa, tidak dosa, padahal kita hidup ini untuk mendapatkan kebaikan. Jangan pernah Ibu merasa sudah cukup modal untuk hidup yang kekal abadi di akhirat nanti. Jangan pernah Ibu merasa cukup selama ini, padahal ibu masih akan hidup besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan, maunya juga masih hidup sepuluh tahun lagi, dua puluh tahun lagi, tiga puluh tahun lagi, Ibu masih perlu kebaikan-kebaikan, ibu masih perlu balasan dari Allah Swt, yang balasan dari Allah itu, saya ingatkan sekali lagi pada Ibu-ibu sekalian, tidak hanya di akhirat, tetapi di dunia pun orang yang banyak melakukan kebaikan-kebaikan akan dimudahkan oleh Allah Swt, diberikan kebaikan-kebaikan oleh Allah Swt.  Mari kita adakan gerakan untuk kurban ini. Kalau memang perlu adanya tabungan untuk kurban, saya siap melayani. Tidak kurban tahun depan, tahun berikutnya insya Allah bisa. Meskipun cuma menabung seribu, nanti akan jadi banyak. Mungkin ada yang bisa satu tahun, dua tahun, tiga tahun, tidak apa-apa, daripada ditanya, “Ingin kurban?”, bilangnya, “Ingin,” tapi sampai mati tidak kurban juga. Kita ingin mendapatkan kebaikan yang ditawarkan yang sangat banyak.
Kita lihat lagi keistimewaan lain dari kurban ini. Tadi kata Rasulullah Saw, dari sisi bulunya akan dibalas oleh Allah Swt., dari sisi darahnya bahwa setiap darah yang menetes itu akan menghapuskan setiap dosa yang telah kita lakukan, dari sisi beratnya itu nanti oleh Allah Swt. akan dibalas dengan tujuh puluh kali lipat. Di dalam hadits ini,
روي عن علي رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : يا أيها الناس ، ضحوا واحتسبوا بدمها فإن الدم وإن وقع في الأرض فإنه يقع في حرز الله عز وجل
Dari Ali ra. Nabi Saw. bersabda, “Wahai manusia, berkorbanlah kamu sekalian dan harapkan dari kurbanmu itu dengan darahnya, yakni dari apa yang dibailk darahnya. Karena darah kurban itu sekalipun jatuh ke tanah, sebenarnya ia tidak jatuh ke tanah tapi jatuh di pangkuan Allah.” Kalau darah tersebut jatuh ke pangkuan Allah, maka Allah akan berikan apa yang menjadi keinginanmu, Allah akan memberikan balasan kepadamu.
Pada hadits yang lain,
وروي عن حسين بن علي رضي الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من ضحى طيبة نفسه محتسبا بأضحيته كانت له حجابا من النار
Husain, cucu Nabi, meriwayatkan sebuah hadits, “Barangsiapa yang berkurban dengan ikhlas, dengan senang hati, dia semata-mata hanya mengharapkan ridha Allah dari kurbannya itu, maka dia akan mendapatkan tabir (pelindung) yang menghalangi dia dari neraka.” Ia akan mendapatkan pelindung sehingga dia tidak pernah masuk ke dalam neraka. Jadi kambing itu akan menghalangi kita masuk neraka kalau kita berkurban dengan ikhlas, bukan karena ingin masuk berita dan sebagainya. Pelindung dari neraka itu tidak hanya berupa seekor kambing. Kalau hanya seekor kambing, yang dilindungi hanya pada bagian tertentu saja, padahal neraka kan begitu luasnya. Tentu saja yang Allah Swt. berikan adalah bobotnya, yaitu dikalikan tujuh puluh, satu kilo dikalikan tujuh puluh kilo, misalnnya. Untuk itu, hendaknya bagi yang mampu untuk berkurban segera. Yang memiliki rizki silahkan berkurban. Kalau tidak bisa, ya tahun depan. Mari berdo’a agar tahun depan bisa ikut berkurban.
Kalau ibu susah beli kambing, di pesantren ini banyak kambing. Kambing kita di pesantren ini yang sudah memenuhi syarat untuk kurban kira-kira ada 310 ekor. Harganya ibu tinggal pilih. Mau pilih yang besar, silahkan. Mau pilih yang sedang-sedang saja, silahkan. Mau pilih yang agak kecil tapi memenuhi syarat, juga silahkan. Semuanya ada. Harga persisnya saya kurang tahu. Pak Trimo tukang kambingnya. Kambing kita dititipkan di kampung-kampung dengan sistem bagi hasil. Di sini ada wali murid yang daerahnya cocok sekali untuk beternak kambing, di daerah Pamijahan.
Ibu-ibu, kalau tidak bisa berkurban sekarang, kita berdoa terus, mudah-mudahan tahun depan bisa berkurban. Syukur-syukur setiap anak kita aqiqahi. Kita sebagai orang tua akan senang, kalau setiap anak sudah kita aqiqahi, setiap anak juga sudah kita potongkan kambing kurban untuk anak kita, di samping diri kita.
Orang yang kurban dengan jiwa yang tenang, yang ikhlas, tidak macam-macam, tidak ingin namanya dicantumkan di televisi, di surat kabar, pokoknya ikhlas saja, hanya mengharapkan ridha Allah, maka oleh Allah kurban itu akan dijadikan penghalang bagi kita untuk masuk ke dalam neraka. Sehingga kita tidak akan masuk neraka karena ada penghalangnya yang Allah ciptakan sebagai pengganti dari kambingnya itu.
Orang Arab, kurbannya sudah sampai ke mana-mana, karena orang Arab itu sudah biasa. Kambing itu sudah bukan sesuatu yang istimewa. Kurbannya ke mana-mana, ke seluruh Indonesia. Tahun lalu kita juga dapat dari Arab. Biasanya ada telpon, “Ini ada kambing sepuluh, potong di sini, bagi-bagi.” Itu karena orang Arab tahu keistimewaan kurban. Kita ini kan jarang tahu tentang hal ini. Pengajian di kampung-kampung juga jarang dibaca tentang yang begini ini, sehingga kadang-kadang kalau berkurban, kita meniru saja. Dulu si anu kurban, ya ikut kurban. Sehingga kita kadang-kadang tidak mengerti. Ada orang lain kurban, ya kita ikut kurban. Tentang dapat apa, seperti kata sahabat tadi, “Kita dapat apa, Rasulullah?” Ternyata setiap bulu akan Allah ganti dengan kebaikan, setiap darah yang menetes akan bisa menghapuskan dosa kita, kambingnya itu nanti akan lengkap dan timbangannya akan dikalikan tujuh puluh kali lipat. Itu banyak sekali. Bahkan, Fathimah, putri Rasulullah Saw. bertanya, “Ya Rasulullah, ini untuk kita saja, untuk keluarga?” Jawab Rasul Saw., “Bukan, untuk kita dan untuk semua orang Islam.” Orang luar, Abu Sa’id, ketika mendengar juga berkata, “Ini untuk keluarga Nabi saja?” Rasulullah Saw. menjawab lagi, “Bukan, ini untuk umat Islam seluruhnya.”
Ternyata  bukan hanya bobotnya yang dilipatgandakan menjadi tujuh puluh kali lipat, tetapi kambingnya ini nanti akan diganti dengan sebuah dinding yang tebal, yang bisa menghalangi kita dari neraka. Bayangkan, saat kita menuju surga, kita harus melewati shirathol mustaqim, yang kata guru ngaji saya, itu sebesar rambut dibagi tujuh. Orang naik baru kakinya yang menempel langsung jatuh sedangkan di bawahnya itu adalah neraka. Kalau kita berkurban, maka ada sesuatu yang menghalangi kaki kita agar tidak jatuh, mungkin bisa berupa mobil, mungkin bisa berupa sandal, yang tidak bisa masuk ke neraka. Dan ini untuk semua umat Islam bukan hanya untuk keluarga Nabi Saw.
Di sini juga ada hadits yang lain. Rasulullah Saw. menyatakan,
ما أنفقت الورق في شيء أحب إلى الله من نحر ينحر في يوم العيد
“Tidak ada uang yang digunakan untuk membeli sesuatu yang lebih Allah sukai daripada uang itu digunakan untuk membeli binatang kurban dan dikurbankan pada hari Idul Kurban.”
Kita kan suka belanja. Yang paling disukai oleh Allah Swt. berbeda dengan yang kita sukai. Jika kita punya uang banyak, kita gunakan untuk membeli baju yang bagus, kita gunakan untuk membeli makanan yang paling enak, dibelikan apa-apa yang paling bagus. Tapi Rasulullah Saw. menyatakan, “Tidak ada yang lebih baik daripada uang yang kita gunakan untuk membeli kambing untuk dikurbankan pada hari Raya Idul Kurban.” Itu yang paling Allah sukai. Anak kambing namanya apa, bu? Kalau di Jawa, anak kambing namanya cempe, anak sapi namanya pedhet, anak kerbau namanya gudhel. Di Sunda saya kira juga ada, mungkin ibu tidak paham. Ibu membeli anak kambing yang kecil kemudian di besarkan, atau menabung seperti tadi.
Baiklah Ibu-ibu sekalian, mari kita gali terus apa yang disampaikan oleh Rasulullah Saw. tentang kurban ini. Selanjutnya adalah hadits yang disampaikan oleh Abu Umamah ra.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : خير الأضحية الكبش وخير الكفن الحلة (رواه أبو داوو والترمذي)
Dijelaskan lagi bahwa sebaik-baik kurban adalah al-kabsy, yaitu kambing yang bertanduk. Itu yang paling bagus untuk kurban. Yang lain juga boleh, tapi yang ini dianggap yang paling bagus. Di Indonesia ada kambing Jawa, kambing gibas, kambing garut, dll. Yang paling bagus adalah yang punya tanduk.
Rasulullah juga menyatakan,
من وجد ساعة لأن يضحي فلم يضحي فلا يحضر مصلانا
Ini penting sekali. “Orang yang dalam kondisi longgar, mempunyai uang untuk sekedar berkurban, beli seekor kambing, tapi dia tidak mau melakukan itu, maka janganlah ke mushalla kami.” Ini adalah peringatan keras dari Rasulullah Saw. Dia sudah punya duit, disuruh kurban tidak mau. Dia tidak akan bisa dekat dengan Rasulullah Saw. karena pahalanya kurang, tidak memenuhi syarat. Ini seharusnya membuat kita berpikir, “Kalau begitu, harus berkurban supaya kita bisa dekat dengan Rasulullah Saw.” Jadi kita harus niat jangan sampai kita berpikiran, “Ya kalau bisa kurban, kalau tidak bisa tidak dosa kan?” Tidak dosa, tapi juga tidak mendapat pahala. Kalau kita tidak mendapat pahala mau apa? Sedangkan kita bisa menikmati surga itu kalau kita punya bekal pahala. Kalau kita tidak mempunyai bekal, kita tetap saja di neraka. Maka kita harus berpikir bagaimana supaya kita bisa berkurban. Kita tidak perlu memikirkan yang lampau. Yang sudah biarlah yang sudah. Tapi kita masih punya waktu, inilah yang harus kita pikirkan. Sebenarnya orang Islam itu kalau benar-benar menjalankan ajaran Islam, semuanya bisa berkurban. Apalagi janji Allah tadi bahwa orang yang berkurban itu akan diganti oleh Allah, tidak hanya di akhirat. Yang tadi dijelaskan itu memang di akhirat, tetapi pada minggu lalu sudah disampaikan bahwa setiap hari ada malaikat yang Allah turunkan untuk memantau umat ini. Bahkan masing-masing dari kita ini ada malaikat yang memantau usaha kita, perbuatan kita. Ketika kita mengeluarkan uang, malaikat ini langsung berdoa,
اللهم أعط منفقا خلفا
“Ya Allah, berikanlah ganti. Dia mengeluarkan uangnya untuk bayar kurban. Ya Allah, gantilah ia.” Malaikat ini terus mendoakan. Ketika kita ada uang tapi tidak mau membeli kurban, malaikat yang satunya mendoakan,
اللهم أعط ممسكا تلفا
“Ya Allah, orang ini bakhil ya Allah, tidak mau mengeluarkan uang padahal dia mempunyai uang. Hancurkan ia, ya Allah.” Na’udzubillahi min dzaalik. Dia bisa, tapi dia tidak mau mengeluarkan. Dia pelit, bakhil. Maka Rasulullah Saw. mengatakan lagi, “Orang yang mempunyai kemampuan, tapi tidak mau berkurban, maka jangan dekat-dekat masjidku, jangan dekat-dekat tempat shalatku.” Artinya, kalau orang itu tidak boleh dekat-dekat dengan Rasulullah, lalu dimana tempatnya?  Kita ingin dekat dengan Rasulullah. Kita ingin masuk surga seperti Rasulullah Saw., ingin di dalam surga dan sebagainya, tapi sudah ditolak karena kepelitan ini. Pelit itu sebenarnya penghalang segalanya. Orang yang hidupnya pelit, bakhil, dan kikir tidak akan maju. Rizkinya juga sangat minim sekali. Tapi orang yang dermawan semakin banyak gantinya oleh Allah Swt. Ia akan menjadi semakin kaya. Maka kita jangan pelit, sekalipun pelit ini mempunya banyak sekali pengertian, tidak hanya dalam hal harta. Misalnya, seorang karyawan bekerja hanya banyak istirahat. Sedangkan temannya rajin sekali. Itu juga pelit. Ibu punya waktu untuk mengaji, tetapi Ibu tidak mau mengaji. Itu juga pelit waktu. Mestinya ibu bisa ngaji, tidak ada apa-apa, tapi Ibu tidak mau mengaji. Itu juga pelit waktu. Pelit itu bisa saja pelit ibadah; yang mestinya bisa ibadah tidak mau ibadah, tidak mau sholat. Pelit bisa segalanya; pelit harta benda, pelit tenaga, pelit pikiran, pelit waktu juga bisa. Nah, di sini orang tadi, orang yang sanggup berkurban, tetapi tidak mau berkurban, Nabi berkata, “Jangan dekat-dekat tempat shalatku.” Artinya, dia tidak berhak untuk masuk surga.
Pada hadits berikutnya,
من باع جلد أضحيته فلا أضحية له
Orang berkurban, dagingnya dibagi-bagi, kulitnya dijual, oleh Rasulullah Saw. dikatakan, “Dia tidak berkurban.” Dia tidak bisa diterima kurbannya. Ibu kurban dipotong, setelah dipotong, dagingnya di bagikan sedangkan kulitnya dijual, maka kurban ibu tidak diterima.  Sekarang ibu menyerahkan binatang kurban kepada panitia, oleh panitia sudah terima. Kemudian dagingnya dibagi-bagi, tapi kulitnya dijual oleh panitia. Kurban Ibu tetap diterima karena Ibu tidak mendapat uang ganti dari kulitnya. Panitia barangkali melihat ada manfaat lain, bukan untuk dibagi-bagi kepada panitia, tetapi untuk kepentingan masjid, misalnya. Mungkin boleh seperti itu.
Inilah Ibu-ibu sekalian tentang kurban. Bagaimana tentang hewan kurban? Umur hewan kurban dan tata cara berkurban. Kurban berbeda dengan aqiqah. Kurban dalam bahasa fiqihnya yaitu Udhhiyah (kurban), sedangkan aqiqah adalah memotong kambing juga tetapi bukan pada hari Raya Kurban, namun karena ada kelahiran anak. Di dalam aqiqah, kalau kita memotong kambing diupayakan supaya memotongnya jangan dihancurkan, upayakan memotongnya pada ruas-ruasnya. Misalnya, kaki kambing kan panjang karena ruasnya memang panjang, kalau begitu susah masaknya? Tidak, diambil dagingnya saja. Ini di dalam aqiqah. Kalau kurban tidak, biasa saja, dipotong-potong biasa supaya mudah dibagi-bagi, tidak ada aturan khusus. Kalau dari sisi umurnya berapa tahun yang sah untuk dikurbankan? Umurnya adalah satu tahun lebih. Artinya dua tahun jalan, satu tahun setengah boleh, satu tahun tujuh bulan boleh, tapi jangan sampai kurang dari satu tahun. Di dalam cara memotong juga jangan seenaknya. Karena ini kurban maka dipotong seenaknya. Rasulullah Saw. bersabda,
إن الله كتب الإحسان على كل شيء ، فإذا قتلتم فأحسنوا القتلة ، وإذا ذبحتم فأحسنوا الذبحة ، وليحد أحدكم شفرته ، وليرح ذبيحته
Allah berbuat kebaikan dalam segala hal, maka di dalam memotong kurban juga hendaklah dipotong dengan baik, jangan kasar, dibanting begitu saja. Sekarang ini ada model penyembelihan, sapi atau kerbau kan sulit untuk dirobohkan, ada yang di pukul dulu sehingga dia pingsan, ada yang di tembak dulu sehingga dia jatuh baru dipotong. Ini bukan cara Islam yang seperti ini, artinya disakiti dulu kemudian baru dipotong. Kita meskipun sapi atau kerbaunya galak tentu harus dengan cara yang sebaik-baiknya, kita tidak boleh memukulnya dulu.
فإذا قتلتم فأحسنوا القتلة ، وإذا ذبحتم فأحسنوا الذبحة ، وليحد أحدكم شفرته
Ketika kita memotong kambing, hendaknya memotong dengan sebaik-baiknya. Hendaknya golok atau pisau yang digunakan untuk motong itu diasah terlebih dahulu, tidak boleh asal supaya yang dipotong ini tidak begitu plocotan agar segera putus urat-uratnya, sehingga bisa segera mati.
Kemudian di sini juga dijelaskan tata caranya,
عن ابن عباس رضي الله عنهما قال : مر رسول الله صلى الله عليه وسلم على رجل واضع رجله على صفحة شاة وهو يحد شفرته ، وهي تلحظ إليه ببصرها ، قال : أفلا قبل هذا أو تريد أن تميتها موتتين
Didalam memotong juga hendaknya dia tidak boleh melihat goloknya, ditakut-takuti dulu. Maka kambingnya ditutup supaya tidak melihat, biasanya dengan daun. Binatang yang lain pun juga jangan dekat-dekat supaya nanti tidak menakut-nakuti hewan kurban yang lain. Ini tidak boleh seperti itu.
Inilah Ibu-ibu sekalian tentang kurban, yang sebentar lagi kita akan melaksanakan. Saya berharap dari pengajian ini ibu-ibu nanti sudah pasang niat, “Andaikata tidak bisa kurban tahun ini, ya tahun depan. Tahun depan tidak bisa, tahun depannya masih hidup sampai tahun depannya lagi.” Tolong supaya diniatkan agar kita bisa melakukan kurban. Saya ingatkan juga nanti ada puasa lagi. Puasa tiga belas tidak bisa karena tiga belas itu hari tasyrik di bulan dzulhijjah. Maka kita ada puasa penggantinya yaitu puasa arafah dan puasa tarwiyah sebelumnya. Nanti kita jelaskan pada saat yang akan datang, bagaimana puasa arafah bagaimana puasa tarwiyah, bagaimana asal-usulnya puasa ini, nanti akan dijelaskan pada pertemuan yang akan datang. Sekian saja pengajian pada hari, insya Allah kita lanjutkan pada pertemuan yang akan datang. Semoga Allah SWT memberikan kita kesempatan untuk berkurban. Mari kita tutup pengajian ini dengan sama-sama membaca doa.
بسم الله الرحمن الرحيم
رب زدنا علما وارزقنا فهما ، اللهم انفعنا بما علمتنا وعلمنا ما ينفعنا وارزقنا علما ينفعنا ، اللهم أعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك ، سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك ، وصلى الله على سيدنا محمد النبي الأمي وعلى آله وصحبه وسلم والحمد لله رب العالمين

komentar | | Read More...

Aparat (TNI-POLRI) Terima Uang Saku

PT Freeport Indonesia mengaku telah menggelontorkan dana sebesar 14 juta dolar AS kepada Polri dan TNI dalam pengamanan pertambangan. terbongkarnya Hal ini membuktikan bahwa sesungguhnya oknum penegak hukum telah menjual harkat dan martabat institusi mereka sendiri. Dan ini menjadi tanda Tanya besar bagi seluruh masyarakat Indonesia, tak terkecuali kami yang berada di tulang bawang! Khususnya masyarakat yang tengah memperjuangkan hak-hak mereka yang menjadi korban penindasan dan penggusuran oleh sebuah perusahaan tebu raksasa bersekala internasional (Sugar Group Companies). Dan apa yang terjadi di tulang bawang diindikasikan tidak jauh berbeda dengan apa yang telah terjadi di papua, karena selama ini dalam melakukan penindasan dan penggusuran pihak perusahaan selalu mendapatkan pengamanan ekstraketat dari aparat TNI dan penegak hukum (POLRI) sehingga masyarakat takmampu untuk melawan kekuatan bersenjata tersebut. ketika melakukan pengamanan pihak penjaga keamanan (TNI – POLRI) tak segan-segan melakukan intimidasi, kepada masyarakat. bahkan dalam kasus ini laporan masyarakat yang masuk ke polres tuba tidak pernah ada tindak lanjutnya sampai dengan saat ini. Tetapi mengapa ketika pihak perusahaan yang mengadukan masyarakat, kepolisian (polres – tuba) dengan sigap langsung menindaklanjuti dengan memanggil beberapa masyarakat sebagai saksi. Hal ini terkesan di telah rekayasa mengingat masyarakat telah lebih dahulu melaporkan perusahaan. Melihat dan merasakan apa yang terjadi, timbulah tanda Tanya, apakah (Jangan-jangan) pihak penegak hukum (POLRI) telah mendapatkan sejumlah dana untuk uang saku mereka guna mengamankan perusahaan (SGC) tersebut.
    SAIFUL AHMAD
KETUM HMI CAB TUBA
komentar (2) | | Read More...

Lupa Arah Gerakan

Pergerakan pemuda dan Mahasiswa Tulang Bawang seakan mengalami penurunan kwalitas dan seakan redup, akibat pergeseran konstruksi gerakan. Sulit di tebak apa penyebabnya; terbuai oleh kata-kata manis para penguasa, hedonism, oportunisme atau lupa akan arah gerakan sebagai mahasiswa yang bertanggung jawab atas perubahan bangsa yang lebih baik. Mungkin perlu adanya design gerakan yang dapat mengembalikan arah gerakan awal Mahasiswa.
Mengulas kembali sejarah masa lalu untuk melihat peran Mahasiswa dalam kancah politik nasional tentu tidak akan lepas dari sejarah awal berdirinya Boedi Oetomo,Indische Vereeninging, dll pada masa itu merupakan suatu episode sejarah yang menandai munculnya sebuah angkatan pembaharu dengan kaum terpelajar dan mahasiswa sebagai aktor terdepannya, yang pertama dalam sejarah Indonesia.
Diawali dari generasi 1908, dengan misi utamanya menumbuhkan kesadaran Nasionalisme dan hak-hak kemanusiaan dikalangan rakyat Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan, dan mendorong semangat rakyat melalui pendidikan yang mereka berikan, untuk berjuang membebaskan diri dari penindasan kolonialisme. Semangat muda yang dihasilkan dari gerakan sehingga membulatkan tekad untuk memperjuangkan satu nusa dan satu bangsa terwujud dengan deklarasi sumpah pemuda indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928.
Gerakan mahasiswa mendorong soekarno untuk memproklamirkan kemerdekaan. Semenjak kemerdekaan itulah, angin segar terhadap pergerakan mulai dirasakan oleh gerakan kaum muda (mahasiswa) yang ditindak lanjuti dengan mengadakan kongres Mahasiswa yang pertama di Malang tahun 1947.  Pada tahun 1965 dan 1966, pemuda dan mahasiswa Indonesia banyak terlibat dalam perjuangan yang ikut mendirikan Orde Baru. Gerakan ini dikenal dengan istilah Angkatan ’66, yang menjadi awal kebangkitan gerakan mahasiswa secara nasional. Angkatan ’66 mengangkat isu Komunis sebagai bahaya laten negara. Gerakan ini berhasil membangun kepercayaan masyarakat untuk mendukung mahasiswa menentang Komunis yang ditukangi oleh PKI (Partai Komunis Indonesia).  

Beralih pada Gerakan 1998 yang digawangi mahasiswa menuntut reformasi dan dihapuskannya “KKN” (korupsi, kolusi dan nepotisme) pada 1997-1998, lewat pendudukan gedung DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa, akhirnya memaksa Presiden Soeharto melepaskan jabatannya. Berbagai tindakan represif yang menewaskan aktivis mahasiswa dilakukan pemerintah untuk meredam gerakan ini di antaranya: Peristiwa Cimanggis, Peristiwa Gejayan, Tragedi Trisakti, Tragedi Semanggi I dan II , Tragedi Lampung. Gerakan ini terus berlanjut hingga pemilu 1999.
Tabuh genderang dan gema pesta PILKADA tulang bawang semakin nyaring terdengar tahun 2012 akan dimulai pertarungan ideologi untuk merebut kursi kepala daerah. Ini adalah salah satu moment bagi kita pemuda dan mahasiswa untuk mengasah kemampuan intlektualitas, idealism dan peran sebagai agent of change serta social control. Tetapi strategi gerakan yang matang ini akan menentukan arah keberhasilan pemuda dan mahasiswa dalam mengawal demokrasi di tulang bawang, agar dapat tercipta Good Governance sebagai cita-cita.
Untuk mewujudkan Good Governance di perlukan prinsip; Partisipasi, Penegakan Hukum, Transparasi, Kesetaraan, Daya Tanggap, Wawasan Kedepan, Akuntabilitas, Pengawasan, Efesiensi & Efektifitas, Profesionalisme dan semua prinsip itu dapat berjalan jika pemudan dan mehasiswanya dapat ikut memberikan warna di dunia gerakan.

Gerakan Pemuda dan Mahasiswa akan lebih bermakna jika menyentuh sampai kelevel masyarakat bawah, inilah yang harus dilakukan oleh semua gerakan pemuda dan mahasiswa, terutama bagi mahasiswa, untuk mengimplementasikan Tri Darma Perguruan Tingginya; pendidikan, penelitian dan pengabdian ini akan sempurna jika dapat dirasakan oleh masyarakat di segala level dan tingkat kehidupannya.
komentar | | Read More...

Kontroversi Moratorium Koruptor

Koruptor seakan makin merajalela dan semakin tumbuh subur  di negeri ini seperti jamur dimusim hujan, rencana dan upaya pemberantasan korupsi di Negara ini seakan menemui jalan buntu. koruptor memang harus dihukum berat. Karena koruptor telah merusak masa depan bangsa dan tega memiskinkan jutaan rakyat.
Rencana Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk menerapkan kebijakan moratorium untuk remisi dan pembebasan bersyarat terpidana kasus korupsi mengundang pro dan kontra. Semoga saja apa yang dilakukan oleh pemerintah untuk memberikan efek jera pada para koruptor tidak hanya upaya pencitraan saja, dan bebas dari kepentingan-kepentingan lain selain menciptakan rasa keadilan bagi rakyat, dan ini akan terus menjadi program pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi.
Hak Asasi Manusia setiap orang memang harus dilindungi, tetapi tidak bagi mereka yang telah melanggar Hak Asasi Manusia dengan cara korupsi para koruptor tersebut dengan atau tanpa mereka sadari telah melakukan kejahatan HAM yang luar biasa, mereka membunuh rakyat secara perlahan.
Merampas dan merampok hak rakyat ( pendidikan, kesehatan, dan hak hidup layak) , menghambat proses pembangunan bangsa. Semuanya adalah hak dasar manusia dan koruptor telah merampasnya. Ini termasuk pelanggaran HAM.
komentar | | Read More...

Perjuangan Panjang Menuju Kemerdekaan Perempuan

Perempuan pada masa siti nurbaya dan sebelum siti nurbaya adalah mahluk yang dianggap oleh laki-laki  “Benda Mati” dalam artian setiap perempuan tidak di beri kesempatan untuk mendapatkan hak-hak dasarnya sebagai manusia, pendidikan, kedudukan, derajat mereka dibatasi dan dianggap tak layak untuk sejajar dengan laki-laki. Yang di pengaruhi oleh budaya dalam masyarakat secara umum “patriarki berdasarkan bapak” ini menjadi dasar bagi laki-laki secara umum di masyarakat untuk berkuasa penuh dalam segala tingkat dan bidang di kehidupannya, penguasaan laki-laki dan subodinasi perempuan di masyarakat.
Advokasi hak-hak perempuan “ setidaknya, istilah ini menyiratkan penandaan bahwa perempuan tertindas secara sistematis; keyakinan bahwa hubungan gender bukan perbedaan alamiah antara jenis kelamin dan bukan sesuatu yang abadi, dan suatu komitmen politik dan transformasinya”.(andermahr, S., Lovell, T., dan Wolkowitz, C., 1997, A concise Glossary of feminist Thoery, OUP, New York).
Namun seiring perkembangan dan kemajuan zaman serta pola pemikiran yang semakin terbuka untuk menghormati dan menghargai hak-hak dasar setiap manusia. Gender dan Pembangunan GAD (Gender and Development) ini merupakan sebuah pendekatan pembangunan yang mencermati peran laki-laki dan perempuan yang terbentuk secara social dan mencermati dampak yang terjadi antara satu sama lainnya. GAD menganalisis hubungan Gender sebagai kekuasaan. Pendekatan GAD berfokus pada perubahan sikap, baik sikap laki-laki dan perempuan. GAD secara luas menggantikan peran pendekatan “permpuan dalam pembangunan”  (WID; Women In Development) dan “perempuan dan pembangunan” (WAD; Women And Development).
Pengarusutamaan gender, dewan Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC; Economic and Social Council) mengartikan pengarusutamaan gender sebagai: “proses menilai berbagai implikasi terlahap perempuan dan laki-laki dari berbagai tindakan yang direncanakan, termasuk perundang-undangan, kebijakan atau program, di dalam berbagai tingkat dan bidang. Ini merupakan strategi mewujudkan keprihatinan dan pengalaman perempuan maupun laki-laki menjadi bagian yang menyatu ke dalam rancangan, penerapan, monitoring, dan evaluasi kebijakan dan program di dalam semua ruang politik, social, dan ekonomi, sehingga laki-laki dan perempuan di untungkan secara setara, sehingga ketimpangan tidak di kekalkan. Sasaran terakhir pengarusutamaan gender adalah meraih kesetaraan gender. (www.sdnp.undp.org/gender/capacity/gm_intro.html, diakses bulan Juli 2005). Kini perempuan dapat merasakan dan memiliki hak-hak dasar sebagai manusia yang di jamin dan dilindungi Negara bahkan dunia internasional. Seperti:
-Piagam PBB menyatakan hak asasi manusia menjadi prinsip inti dan tujuan PBB, dan menegaskan hak yang sama bagi laki-laki dan perempuan.
-Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia 1948, menyatakan bahwa semua manusia behak atas semua hak dan kebeasan yang diabadikan di dalamnya, tanpa memandang “ras, warna, jenis klamin, bahasa, agama, politik ataupun pendapat, kebangsaan dan asal usul social, kepemilikan, kelahiran, dan status lainnya.

-Konvenan Internasional Hak Politik dan Sipil 1996, menyatakan bahwa Negara harus memastikan hak yang sama bagi laki-laki dan perempuan atas pemenuhan semua hak politik dan sipil yang selanjutnya ada dalam konvenan ini.
-Hak-hak perempuan telah dinyatakan secara rinci di dalam konvensi CEDAW (Convention on the Elimination of All formsof Discrimination Against Women); konvensi penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan; tahun 1979.

*Inda Fiska M :      ketua HmI cab. Tulang Bawang periode 2008-2009M,
ketua KPC HmI Cab. Tulang Bawang periode 2009-2010M,
Direktur Lembaga Konsultasi Dan Advokasi Masyarakat HmI Cab. Tulang Bawang periode  2011-2012M.
komentar | | Read More...

Menghayati Hari Raya Qurban dan Kepedulian Sosial

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Illahirabbi, karena pada hari ini kita masih diberi nikmat hidup, nikmat merdeka, dan nikmat iman, insya Allah. Kita diberi nikmat hidup, karena nyata-nyata saat ini kita masih dikarunia usia, masih bisa bernafas. Kita juga diberi nikmat kemerdekaan, karena kita masih bisa menentukan apa yang akan kita lakukan, mau mengaji, atau mau main-main saja, belajar atau tidur saja, melakukan kebaikan atau sebaliknya. Dan terakhir kita masih juga dikarunia nikmat yang paling tinggi tingkatannya, yaitu nikmat iman. Dengan keimanan ini kita mampu meninggalkan hal yang lain, karena ada yang lebih penting yaitu mengingat Allah. Kita berkumpul bersama saat ini bukan sekedar berkumpul bergosip ria, tapi mari kita niatkan bahwa kita sedang menenun ikatan silaturahmi, saling mengingatkan supaya kita tetap terkendali dalam lingkungan yang penuh dengan cobaan. Insya Allah semua ini akan diridhai oleh Allah SWT. Mudah-mudahan bagi yang tidak sempat hadir pada pertemuan hari ini, mereka dapat mendapat pahala yang lebih besar di tempat lain.
Marilah kita perbaharui dan tingkatkan sikap dan keyakinan kita, bahwa tiada tuhan yang patut kita sembah selain Allah SWT. BagiNya tak ada sekutu dan tak ada satupun yang menyamaiNya.
Kita pun meyakini bahwa Muhammad adalah utusan Allah SWT, nabi terakhir dan pemimpin para nabi. Salawat serta salam kita haturkan bagi junjungan kita, dan mudah-mudahan beliau tetap menjadi sumber suri teladan bagi kita.
Semoga pula ampunan, rahmat serta magfirah selalu menyertai dan tercurah bagi umatnya hingga akhir jaman.
Beberapa hari lalu, kita bersama-sama menunaikan shalat dan ibadah di hari raya IDUL ADHA disebut juga sebagai Hari Raya Korban ataupun Hari Raya Haji. Pada hari itu dan juga tiga hari kemudian, banyak ummat Islam yang mampu, menyembelih korban untuk dibagi-bagikan kepada fakir miskin. Juga, tak sedikit ummat Islam yang telah mencukupi syarat, menunaikan Ibadah Haji ke Baitullah. Suatu ibadah yang teah dirintis oleh Nabi Ibrahim beserta putranya nabi Ismail. Kita masing/masing tahu bagaimana kisah nabi Ibrahim, meninggalkan istrinya Siti Hajar dan putranya Ismail yang masih bayi di suatu lembah tandus jauh dari mana-mana. Bagimana kisah Siti Hajar mencari air untuk menghilangkan dahaga dirinya dan anaknya, sampai kemudian terpancar sumber mata air zam-zam. Bagaimana kemudian nabi Ibrahim saat kembali menengok Siti Hajar dan anaknya Ismail, kemudian diuji untuk menyembelih anaknya, atas perintah Allah SWT. Dan perjuangan nabi Ibrahim saat hendak menyembelih Ismail. Sejarah itulah yang kemudian kita coba hayati dengan melakukan kurban dan ibadah haji. Ibadah Haji inilah yang diwajibkan kepada mereka yang mampu untuk mengerjakannya sekali seumur hidup, Allah s.w.t.berfirman dalam Quran yang artinya :
"Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfa`at bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.."(Qur'an. S.al-Hajj:27-28)
Ada hal penting dalam kegiatan Kurban ini. Betapa kita diperintahkan untuk selalu memperhatikan fakir miskin, dan semangat berkurban. Apabila sifat suka berkorban ini meresap ke jiwa seluruh ummat Islam Isya-Allah akan terwujud ketenangan dan kedamainan dalam masyarakat dan akan dekatlah jurang yang memisahkan antara yang kaya dengan yang miskin, antara yang kuat dengan yang lemah, antara penguasa dengan rakyat biasa.
Mereka yang mampu dapat memberikan sebagian hartanya untuk membantu mereka yang berada dalam kesusahan, seperti yang biasa dialami oleh fakir miskin, yatim piatu, ataupun yang memerlukan pertolongan. Tapi harus pula dibarengi oleh mereka yang menerima bantuan untuk mensyukurinya dan berusaha dengan sekuat tenaga tidak hanya bergantung kepada pemberian orang. Bukanlah Rasullah s.a.w.telah mengingatkan bahwa: "Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah".
Bagaimanakah hakekat kedudukan kaum lemah, yaitu fakir miskin ataupun kaum pinggiran ataupun yang dimata kita seringkai kita anggap hina, yang seringkali kita hanya melihatnya dari segi lahiriah, materialistis ?. Marilah kita terbang lima belas abad kebelakang, ke suatu masa dijaman Rasulullah saw.
Di suatu tempat terlihat Rasulullah saw berkumpul bersama para sahabatnya yang kebanyakan orang miskin. Sekedar menyebut beberapa nama sahabat yang hampir semuanya bekas budak, yaitu Salman al-Farisi, Ammar bin Yasir, Bilal, Suhayb, Khabab bin Al-Arat. Pakaian mereka lusuh, berupa jubah bulu yang kasar. Tetapi mereka adalah sahabat senior Nabi, para perintis perjuangan Islam.
Kemudian serombongan bangsawan yang baru masuk islam datang ke majelis Nabi. Ketika melihat orang-orang di sekitar Nabi, mereka mencibir dan menunjukkan kebenciannya. Mereka berkata kepada Nabi, "Kami mengusulkan kepada Anda agar Anda menyediakan majelis khusus bagi kami. Orang-orang Arab akan mengenal kemuliaan kita. Para utusan dari berbagai kabilah arab akan datang menemuimu. Kami malu kalau mereka melihat kami duduk dengan budak-budak ini. Apabila kami datang menemui Anda, jauhkanlah mereka dari kami. Apabila urusan kami sudah selesai, bolehlah anda duduk bersama mereka sesuka Anda." Uyainah bin Hishn menegaskan lagi, "Bau Salman al-Farisi mengangguku (Ia menyindir bau jubah bulu yang dipakai sahabat nabi yang miskin). Buatlah majelis khusus bagi kami sehingga kami tidak berkumpul bersama mereka. Buat juga majelis bagi mereka sehingga mereka tidak berkumpul bersama kami."
Tiba-tiba turunlah malaikat jibril menyampaikan surat al-An'am [6] ayat 52:
"Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka. Begitu pula mereka tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim."
Nabi saw segera menyuruh kaum fukara duduk lebih dekat lagi sehingga lutut-lutut mereka merapat dengan lutut Rasulullah saw. "Salam 'Alaikum," kata Nabi dengan keras, seakan-akan memberikan jawaban kepada usul para pembesar Quraisy.
Setelah itu, turun lagi surat al-Kahfi [18] ayat 28:
"Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas."
Sejak itu, apabila kaum fukara ini berkumpul bersama Nabi, beliau tidak meninggalkan tempat sebelum orang-orang miskin itu pergi. Apabila beliau masuk ke majelis, beliau memilih duduk dalam kelompok mereka. Seringkali beliau berkata, "Alhamdulillah, terpuji Allah yang menjadikan di antara umatku kelompok yang aku diperintahkan bersabar bersama mereka. Bersama kalianlah hidup dan matiku. Gembirakanlah kaum fukara muslim dengan cahaya paripurna pada hari kiamat. Mereka mendahului masuk surga sebelum orang-orang kaya setengah hari, yang ukurannya 500 tahun. Mereka bersenang-senang di surga sementara orang-orang kaya tengah diperiksa amalnya."
Dalam kesempatan lain Nabi bertemu dengan seorang sahabat, Sa'ad al-Anshari yang memperlihatkan tangannya yang melepuh karena kerja keras. Nabi bertanya, "mengapa tanganmu hitam, kasar dan melepuh?" Sa'ad menjawab, "tangan ini kupergunakan untuk mencari nafkah bagi keluargaku." Nabi yang mulia berkata, "ini tangan yang dicintai Allah," seraya mencium tangan yang hitam, kasar dan melepuh itu. Bayangkanlah, Nabi yang tangannya selalu berebut untuk dicium oleh para sahabat, kini mencium tangan yang hitam, kasar dan melepuh.
Di atas kita telah mengutip beberapa kisah dalam hidup Nabi. Bukankah sebagai ummatnya kita telah berikrar untuk menjadikan segala perilaku beliau sebagai contoh teladan (uswatun hasanah). Untuk menguatkan bahwa Islam sangat menonjolkan kepedulian sosial, mari kita buka Al-Qur'an. (Bukankah Al-Qur'an adalah rujukan kita yang pertama dalam hidup ini.)
1. Surat al-Balad [90] ayat 10 -18
"Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar? Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu)melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi MAKAN pada hari kelaparan (kepada) anak YATIM yang ada hubungan kerabat, atau orang MISKIN yang sangat fakir. Dan dia termasuk orang-orang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu)adalah golongan kanan"
Ayat-ayat di atas menjelaskan bahwa ada dua jalan yang bisa kita pakai dalam memanfaatkan harta kita. Al-Qur'an menyarankan kita untuk mengambil jalan yang sukar dan mendaki, yaitu memerdekakan budak atau memberi makan pada anak yatim atau orang miskin. Allah tidak menjelaskan tentang jalan yang mudah, melainkan memberi contoh jalan yang sukar.
Mengapa disebut jalan yang sukar? karena kebanyakan manusia enggan atau merasa berat atau merasa sukar untuk melakukannya. Bila kita mampu mengalahkan rasa berat dan rasa sukar pada diri kita dalam beramal, maka Allah menjanjikan kita termasuk golongan yang kanan; ahli surga.
2. Surat al-Ma'arij [70] ayat 19-25
"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi KIKIR, Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila iamendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan SHALAT, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, dan orang-orang yang dalam HARTAnya tersedia bagian tertentu, bagi orang(miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta)"
Secara tegas Allah menyebutkan bahwa keluh kesah dan kikir itu telah menjadi sifat bawaan manusia sejak ia diciptakan. Allah melukiskan sifat manusia dengan sangat baik. Seringkali kita berperilaku demikian. Saat kita tidak memiliki harta kita sering berkeluh kesah, sebaliknya, kalau memiliki banyak harta kita cenderung untuk kikir. Lalu bagaimana caranya agar sifat bawaan (keluh kesah & kikir) kita tersebut tidak menjelma atau dapat kita padamkan. Allah menyebutkan, paling tidak, dua jalan. Pertama, mengerjakan sembahyang secara kontinu. Kedua, menyadari bahwa dalam harta yang kita miliki terkandung bagian tertentu untuk fakir miskin. Dua resep ini insya Allah akan mampu memadamkan sifat keluh kesah dan sifat kikir yang kita miliki.
3. Surat al-Qalam [68] ayat 17-33
"Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (musyrikin Mekkah)sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil) nya dipagi hari, dan mereka tidak mengucapkan : insya Allah
Lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur, maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita, lalu mereka panggil memanggil di pagi hari
"Pergilah di waktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya."
Maka pergilah mereka saling berbisik-bisikan. "Pada hari ini janganlah ada seorang MISKIN pun masuk ke dalam kebunmu." Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (meonolongnya),
Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata: "Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan), bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya)"
Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka:"Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)?"
Mereka mengucapkan: "Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim."
Lalu sebagian mereka menghadapi sebagian yang lain seraya cela-mencela Mereka berkata: "Aduhai celakalah kita; sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang melampaui batas. Mudah-mudahan Tuhan kita memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada itu; sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita"
Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui"
Sekelompok ayat di atas menceritakan sebuah kisah nyata yang terjadi sebelum masa Rasulullah. Kisah pemilik kebun di atas melukiskan dengan sangat baik betapa harta manusia itu tak ada artinya dibanding kekuasaan Allah. Kebun yang sudah sekian lama diurus dan tinggal sekejap mata saja untuk dipetik hasilnya menjadi musnah terbakar. Apa kesalahan pemilik kebun tersebut sehingga mendapat azab sedemikian rupa?
Pertama, mereka lupa bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu. Ini dilukiskan dalam ayat di atas ketika mereka tidak menyebut insya Allah; mereka merasa pasti akan meraih hasil yang luar biasa. Mereka lupa bahwa sedetik kedepan kita tak tahu apa yang terjadi dengan hidup kita. Kita tak tahu "skenario" Allah terhadap diri kita.
Kedua, mereka bersifat kikir. Mereka sudah bersiap-siap agar orang miskin tak bisa masuk ke kebun mereka saat panen tiba. Allah murka pada mereka. Allah turunkan azab-Nya pada mereka. Di akhir ayat Allah mengingatkan bahwa azab yang Allah timpakan pada pemilik kebun hanyalah azab dunia; sedangkan azab akherat jauh lebih besar lagi!
Kalau Allah mampu memusnahkan dengan amat mudah kebun yang siap dipanen, jangan-jangan Allah pun akan memusnahkan sumber penghasilan kita, bila kita berlaku kikir! Na'udzu billah...
Sekarang bukalah cermin di hati kita. Tariklah nafas sejenak untuk berkaca ke dalam cermin itu. Apakah kita seperti pembesar Quraisy yang terganggu dengan bau tubuh orang miskin. Apabila tamu datang, kota kita bersihkan dan mereka, kaum fukara, dipinggirkan. Kota baru gemerlap bila mereka disingkirkan. Pemandangan baru indah bila rumah-rumah kumuh digusur. Kadang, betapa perilaku kita lebih menyerupai pembesar quraisy daripada perilaku Nabi Yang Mulia.
Bukalah cermin hati kita lagi. Turunlah kita ke bawah. Tengoklah jutaan tangan yang hitam dan melepuh menunggu uluran kasih sayang kita. Setelah Nabi, adakah di antara kita yang mau mencium tangan orang miskin? Bukankah dengan status yang kita miliki, gelar akademik yang kita raih, kesejahteraan yang kita nikmati, kita merasa jauh lebih pantas bila orang miskin mencium tangan kita. Kalau hati terasa berat, andaikata kultur tak mengizinkan kita berbuat hal itu, manakala ego terasa meningkat, bukankah paling tidak kita ganti rasa hormat yang seharusnya kita berikan dengan kasih sayang pada mereka. Bila Nabi mau mencium tangan mereka, maukah kita untuk paling tidak menyisihkan sebagian rezeki yang kita peroleh sebagai rasa sayang kita pada mereka.
Bukalah cermin hati kita sekali lagi. Apakah kita merasa sukar untuk beramal pada orang miskin dan anak yatim? Hanya cermin hati yang teramat dalam yang mampu menjawabnya dengan jujur.
Sekali lagi, bukalah cermin hati kita. Tahanlah nafas kita untuk sejenak. Tidakkah kita rasakan bagaimana Allah menyinggung perilaku buruk kita dalam ayat-ayat-Nya yang suci. Subhanallah....
Cermin hati kita mengatakan bahwa agar tidak tertimpa azab Allah di dunia, manakala kita memiliki kelebihan rezeki maka janganlah sungkan untuk memberi sebagian pada orang miskin. Cermin hati telah berkata, mampukah kita melaksanakan kata-hati kita ?
Setelah kita merenungi bagaimana hakekat berkurban, yang ternyata tidak selalu harus dengan materi,tapi kita juga dituntut untuk bersikap baik dan menyantuni fakir miskin, kaum lemah dan orang yang membutuhkan pertolongan. Mudah-mudahan dengan semangat berkurban ini kita dapat mengambil hikmah dan mendapatkan salah satu jalan mencapai KeridhaanNya.
Marilah kita akhiri nasihat ini dengan menundukkan jiwa dan raga kita dihadapan Allah yang maha besar, Allah yang maha terpuji, Allah yang maha mendengar, Allah yang maha berkuasa atas segala sesuatu. Mudah-mudahan doa kita dikabulkanNya, dan dijadikanNya kita menjadi orang-orang yang senatiasa bersyukur, dengan menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.
Kita berdo'a kepada Allah s.w.t. semoga diampuninya segala dosa dan kesalahan kita di masa yang lalu. Kita mohon kepada Allah s.w.t. semoga diterimanya segala amal ibadah kita dan akhirnya kita akan memperoleh Husnul Khatimah, akhir yang baik dan dapatlah kehidupan kita diberkati dan diberikan ketenangan dan diselamatkan dari segala malapetaka.
Kita berdoa kepada Allah yang maha kaya maha pemurah, maha dan maha dari segala yang kita anggap paling. Mudah-mudahan Allah senantiasa selalu meringankan hati kita, langkah kita dan tekad kita untuk selalu mengangkat derajat kaum yang lemah, menyantuni kaum papa, dan menolong kaum tak mampu.
Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi". (QS. 7:23)
"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi". (QS. 11:47)
"Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)". (QS. 7:126)
"Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang diantara para penyayang". (QS. 7:151)
"Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku….. (QS. 20:25-29)
"Kepada Allah-lah kami bertawakal! Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir". (QS. 10:85-86)
"Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". (QS. 17:24)
"Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyanyang". (QS. 59:10)
"Aku berlindung kepada Tuhan manusia". Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia (QS. 114:1-6)
Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah dan ibuku serta kasihanilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil
 
Windy Hermawan Mitrakusuma.
Sumber pokok :
Tulisan dari : Nadirsyah Hosen dan Ustaz Syed Hasan Alatas
komentar | | Read More...

PRESS RELEASE PB HMI (MPO) : “SBY-BOEDIONO INGKARI UUD 1945”

Masa kepemimpinan Kabinet Indonesia Bersatu II (KIB-II) SBY-Boediono sejauh ini, diyakini belum mampu untuk mewujudkan cita-cita bangsa indonesia, sebagaimana tertuang dalam UUD 1945 yakni, melindungi segenap bangsa Indonesia, seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Mengkaji secara saksama, fenomena kehidupan berkebangsaan kita sekarang ini yang sangat memprihatikan. Hal ini mengindikasikan bahwa keniscayaan akan datangnya sebuah perubahan tidak akan ditunda-tunda lagi.  Bilamana ada suatu rezim yang mengingkari amanah UUD 1945, berarti rezim itu harus dihapuskan dari Negara ini….!!!
Dalam kepemimipinan SBY-Boediono, di negeri nan subur ini masih ada rakyat yang makan nasi aking, semua terjadi karena upaya penanggulangan kemiskinan yang seharusnya dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan tidak dilakukan. Disparitas angka kemiskinan antar daerah sangat tinggi, menyebabkan jumlah penduduk yang hampir miskin sebanyak 29,38 juta jiwa, rentang jatuh menjadi golongan miskin.
Di depan mata sendiri, wilayah Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia telah dirampok oleh malaysia, gejolak konflik Papua menjadi-jadi, kapitalis global yang terus-menerus mengeruk kekayaan alam negeri ini, K.I.B. II SBY-Boediono malah tidak kunjung merenegoisasi Kontrak Karya. Royalti dari PT Freeport sangat rendah dari PP Nomor 45 Tahun 2003, tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak. Ini berlaku di Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral terhadap setiap badan usaha. Untuk pemerintah, Royalti dari PT Freeport senilai 1 % untuk emas dan 1,5-3,5 % untuk tembaga, sedang di negara lain memberlakukan 6 % untuk tembaga dan 5 % untuk emas dan perak, namun K.I.B II SBY-Boediono ini belum juga beraksi.
Persoalan korupsi menjadi kendala dalam pendistribusian hasil pembangunan. Praktek monopoli penguasa rakus harta dan kekuasaan, tanpa hati  nurani secara terus-menerus merampok dan memperkosa hak-hak rakyat jelata. Kedaulatan ada di tangan rakyat, setiap pemimpin yang tidak menjalankan amanah rakyat, kekuasaannya dapat dicabut kembali oleh rakyat. Melalui semangat sumpah pemuda ini, kami Menyatakan sikap kepada pemerintahan SBY Boediono untuk :
  1. Melakukan pembatalan pengukuran wilayah NKRI di Sumatera bagian Barat dengan pemerintah Malaysia, karena secara nyata telah kehilangan wilayah seluas 1400 km3,  merujuk hasil pengakuan wilayah NKRI antara Pemerintah Belanda dengan Inggris pada tahun 1971.
  2. Mengedepankan pendekatan dialogis dalam penyelesaian masalah rakyat Papua.
  3. Segera merenegosiasi Kontrak Karya dengan Pihak PT Freeport karena sanagat merugikan Pihak  pemerintahbertentangan dengan Prinsip Kontrak dan UU Migas.
  4. Segera Menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM yang telah terjadi dan kasus-kasus korupsi yang merugikan keuangan negara.
  5. Berpikir radikal, tegas serta satu sikap pada kata dan perbuatan dalam memimpin bangsa ini, ketimbang terlena dalam strategi politik pencitraan yang hanya menjauhkan dirinya dalam mengatasi persoalan bangsa Indonesia.
  6. Merespons serta menindaklanjuti dengan benar aspirasi para tokoh-tokoh agama, buruh serta seluruh elemen rakyat bangsa Indonesia.
  7. Menolak liberalisasi ekonomi secara selektif dan akurat, serta mengedepankan penguatan ekonomi kerakyatan demi kestabilan perekonomian serta kesejahteraan rakyat Indonesia.
Demikian pernyataan sikap ini kami buat sebagai wujud kepedulian atas persoalan bangsa yang tidak kunjung membaik pasca Reformasi ’98. Kami menghimbau, kepada seluruh elemen gerakan Kepemudaan & Kemahasiswaan, agar tidak menceburkn dan menjebakkan diri dengan sengaja, dalam kenistaan pragmatisme gerakan, serta tidak menggadaikan moralitas gerakan kepada kepentingan sesat dan sesaat dalam berjuang memajukan hingga terwujudnya kesejahteraan bangsa yang lebih maju dan adil.
Semoga Allah SWT meridhoi jalan perjuangan kita menuju perubahan kualitas kehidupan bernegara yang lebih baik.

Jakarta, 30 Dzulkaidah 1432 H/28 Oktober 2011 M
PENGURUS BESAR HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM


ALTO MAKMURLATO
KETUA UMUM

Sumber : PBHMI http://www.pbhmi.net/index.php?option=com_content&view=article&id=1567:press-release-pb-hmi-sby-boediono-ingkari-uud-1945&catid=65:pernyataan-sikap&Itemid=129
komentar | | Read More...

Wajah Kelam di Balik Kekayaan Alam

Wajah Kelam di Balik Kekayaan Alam, Sebuah sejarah tanah umbul (peladangan) masyarakat yang terletak di dua desa yaitu desa lingai dan kibang yang masih dalam satu kecamatan yaitu menggala, kabupaten Tulang Bawang Propinsi Lampung, dengan jumlah tanah umbul di dua desa tersebut yaitu :
Desa lingai 7 umbul yang terdiri dari
Desa kibang 7 umbul yang terdiri dari
  1. umbul Kayu Lemai
  2. umbul Genitek
  3. umbul Cakat Ibrahim
  4. umbul Petrou Batin
  5. umbul Hi. Husin
  6. umbul Mengguk
  7. umbul Kapitan Kalung
  1. umbul Olok Sengiyang
  2. umbul Tabu
  3. umbul Cakat Ramah Tua
  4. umbul Din Bajau
  5. umbul Purus Tendou
  6. umbul Purus graf
  7. umbul Mangga

asal mula tanah umbul tersebut adalah tanah ulayat masyarakat yang di kelola oleh nenek moyang masyarkat dari tahun 1842 ada pula yang setelah tahun tersebut  hingga tahun 2009, yang di kuasai secara turun temurun sebagai tempat tinggal dan peladanagang secara berkerabat, namun ada pula yang di peroleh dari jual beli, namun masih dalam satu keluarga besar (antar kerabat). Yang memiliki bukti tertulis ( surat umbul, surat keterangan tanah, surat jual beli yang di ketahui oleh perangkat desa)

adapun aktifitas nenek moyang masyarakat hingga keturunannya sejak tanah tersebut di peroleh mereka kelola secara bergotong royong dengan di awali membuka tanah tersebut, menebang kayu dengan menggunakan alat seadanya untuk di jadikan tempat bermukim ( membuat Rumah) sekaligus dijadikan peladangan yang di tanami palawija (singkong, padi, jagung), pisang, sayur-sayuran serta tanaman keras lainnya ( karet, kopi, pete, cempedak, mangga, nangka, bambu, jengkol, serta kayu hutan lainnya). Dan tanah umbul tersebut ada yang terletak di tepi kali-kali kecil yang di manfaatkan oloeh masyarakat untuk mencari ikan dan atau memelihara ikan Yang dilakukan secara terus-menerus dan turun temurun hingga tahun 2009 untuk menafkahi keluarga mereka dan ada beberapa anggota keluarga yang di kuburkan di tanah tersebut (data terlampir) sehingga tanah tersebut dinamakan dengan UMBUL.

setelah tanah umbul tersebut di kelola dan di usahakan oleh masyarakat selama bertahun-tahun, masuk perusahaan produsen GULA PT. Sweet Indo Lampung (SIL) anak perusahaan PT. Sugar Group Companies (SGC) pada tahun 1991 yang ingin mengelola usaha di atas tanah umbul tersebut dengan cara melakukan pembebasan lahan ( konpensasi), namun seiring perjalanan perusahaan tersebut ada sebagian tanah umbul masyarakat tersebut yang tidak mendapat konpensasi tetapi di gusur, dan ada tanah umbul yang tidak masuk dalam Hak Guna Usaha Perusahaan tersebut tetapi pada tahun 2008-2009 di gusur, dengan alasan masuk dalam Hak Guna Usaha.
Dengan melibatkan beberapa oknum yang ikut membantu PT tersebut ;
1.        TNI,AU Astra Ksetra Kabupaten Tulang Bawang
2.        TNI Kopasus dari Jakata
3.        Kepolisian Daerah Lampung dan Resort Tulang Bawang
4.        Pam Swakarsa tenaga bayaran PT tersebut.
Semua oknum yang terlibat selama ini sejak tahun 1991 – 1992 sampai tahun 2010 dibekali senjata api laras panjang atau pistol,besi atau golok beserta kayu pemukul. Semua oknum yang berada didalam perkebunan tebu PT tersebut digunakan untuk melumpuhkan kekuatan fisik masyarakat yang mempertahankan Hak-hak atas tanah (umbul) masyarakat.

Dampak yang terjadi kepada masyarakat pemilik tanah setelah Hak – hak nya digusur dengan cara paksa serta pemutusan mata pencaharian masyarakat, larangan usaha ikan atau nelayan pemutusan jalan akses angkutan hasil bumi antar usaha tanah engklave dan perusahaan PT.Sweet Indo Lampung, dan larangan pengambilan kayu bakar dan bangunan diatas tanah pemukimam atau di pinggir kali. Semua itu menimbulkan korban – korban dan kerugian (data terlampir) yaitu :
1.        sock hingga meninggal dunia 1 orang
2.        cacat fisik (patah Kaki) 1 orang
3.        hilangnya lahan untuk peladangan sebagai  tempat mencari nafkah untuk keluarga
4.        hilangnya tempat mencari dan atu memelihara ikan
5.        putusnya akses (jalan) untuk mengeluarkan hasil bumi
6.        hilangnya padang rumput dan lokasi peternakan masyarakat (sapi, kerbau dan kambing)
7.        hilangnya Rumah dan tempat tinggal masyarakat tersebut

akibat kesewenang-wenangan PT. Sweet Indo Lampung tersebut terhadap masyarakat dengan merebut secara paksa lahan umbul dan pemutusan serta larangan untuk mencari nafkah di sekitar PT tersebut menimbulkan peningkatan pengangguran dan kemiskinan, ini sangat bertentangan dengan tujuan hadirnya perusahaan di suatu wilayah yang seharusnya memberikan kenyamanan, kesejahteraan untuk masyarakat di sekitarnya.

Setelah PT tersebut melakukan penggusuran tanah umbul secara paksa, masyarakat telah melakukan beberapa upaya dalm membela hak-haknya tersebut yaitu :
1.        berusaha melakukan negosiasi kepada PT
2.        melaporkan kepada pihak kepolisian
3.        melaporkan kepada pihak kecamatan
4.        melaporkan kepada pihak kelurahan
5.        melaporkan kepada pihak pemerintahan (Bupati, Asisten 1, BPN)
6.        melaporkan kepada pihak Dewan Perwakilan Rakyat (kabupaten dan Propinsi)
7.        melaporkan kepada pihak pemerintah propinsi
dengan harapan ada salah satu pihak tersebut diatas dapat membantu mereka untuk mendapatkan hak-hak mereka yang telah di dzolimi oleh PT tersebut, bahkan laporan mereka tidak mendapatkan respon.

Inilah bentuk pemusnahan secara masal, mereka di tindas oleh penguasa-penguasa yang tidak bertanggung jawab, dan hanya mecari keuntungan dari sumber daya alam di tanah tulang bawang, semua hak dasar yang seharusnya mereka rasakan dan di jamin oleh UU di negeri ini hanyalah dongeng bagi mereka yang menjadi korban. Pemerintah pun seakan tutp mata dan berpangku tangan melihat kenyataan ini, ketidak mampuan pemerintah dalam melindungi rakyat kecil adalah potret betapa lemahnya pemerintah kita dalam menghadapi penguasa dan pemilik modal yang berbuat sewenang-wenang terhadap rakyatnya.


*Inda Fiska :      ketua HmI cab. Tulang Bawang periode 2008-2009M,
ketua KPC HmI Cab. Tulang Bawang periode 2009-2010M,
Direktur Lembaga Konsultasi Dan Advokasi Masyarakat HmI Cab. Tulang Bawang periode 2011-2012M.
komentar | | Read More...

Pembagian Sertifikat HMI Cabang Tulang Bawang

Pembagian Sertifikat HMI Cabang Tulang Bawang, Setelah selesai pengkaderan di HMI Cabang Tulang Bawang dan di adakan nya Follow Up Pertama sekarang saat nya pembagian Sertifikat HMI, Sertifikat ini akan di dapatkan dengan syarat wajib mengikuti LK (L:atihan Kader) dan wajib pula Lulus pada Follow Up.
Pembagian sertifikat ini di berikan Langsung oleh Ketua Umum HMI Cabang Tulang Bawang dan di hadiri juga Mantan-mantam ketua Umum HMI Tuba,  Gambar di samping adalah salah satu kader HMI Cabang Tulang Bawang yang lulus dan mendapatkan sertifikat "Yeri Warlika" Salah satu peserta yang berasal dari menggala, mengatakan sangat mengesankan selama mengikuti LK yang di lakukan kemarin, banyak hal yang saya dapatkan selama mengikuti Pengkaderan.

Pengkaderan yang di adakan selama kurang lebih 4 (empat) hari, telah banyak manambah ilmu mereka serta manmabah teman-teman baru di organisasi ini, 
Selain Peserta, Panitia  juga di bagikan sertifikat dari HMI Cabang Tulang Bawang, Pembagian sertifikat ini di adakan di  Aula Pendopo Sesat Agung Menggala. Harapan dari kami agar para  kader HMI Cabang Tulang dapat solid membangun HMI di Tulang Bawang serta dapat turut aktif di organisasi ini.
Sekian....
komentar | | Read More...

Follow Up Pertama Untuk Kader Baru

HMI Cabang Tulang Bawang mengadakan follow up pertama khusus untuk kader-kader baru yang baru bergabung, follow up kali ini di adakan di Sesat Agung Kota Menggala Tulang Bawang. Follow up yang di adakan kemarin menggangkat Tema "Kepemimpinan" dimana kita Manusia adalah Khalifah di muka bumi, Khalifah adalah gelar yang diberikan untuk pemimpin umat Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW (570–632). Kata "Khalifah" (خليفة Khalīfah) sendiri dapat diterjemahkan sebagai "pengganti" atau "perwakilan".

Follow Up ini wajib di ikuti kader-kader baru yang baru bergabung, ini berguna untuk memupuk tali silaturahmi antar kader agar tidak putus komunikasi setelah selesainya pengkaderan yang di lakukan, Selain  follow up juga di adakan kajian rutin yang membahas tentang Materi-materi yang belum selesai di berikan pada LK (Latihan Kader) yang di adakan sebelumnya. Acara follow up ini di hadiri hampir keseluruhan dari pada Kader-kader baru maupun Kader lama.

Acara follow up yang di adakan kemarin juga Bertepatan denagan Hut Sumpah Pemuda,
komentar (2) | | Read More...
 
Copyright © 2011. HMI Tulang Bawang . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger