Realitas Masyarakat Tulang Bawang
KEJAHATAN KEMANUSIAAN OLEH PENGUASA & PENGUSAHA
(Realitas Masyarakat Tulang Bawang)
Indonesia dengan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dan potensi-poensi lainnya, seharusnya menjadikan negara ini sebagai negara makmur. Namun yang terjadi adalah tingginya angka kemiskinan, rendahnya aksesibilitas rakyat terhadap pendidikan, dan gejala-gejala ketidakadilan lainnya yang tampak nyata di depan mata.Demikian juga dengan Kabupaten Tulang bawang, potensi-potensi yang ada seolah-olah tidak bermanfaat secara Sosial, Ekonomi dan pendidikan bagi masyarakatnya secara luas. Kekayaan yang ada sepertinya tidak di peruntukan untuk kepentingan masyarakat Tulang Bawang, tetapi hanya bisa di nikmati oleh orang-orang yang memiliki modal (penguasa & pengusaha).
Di kabupaten Tulang Bawang sebagian besar masyarakat bermata pencarian sebagai petani dan nelayan, sejak zaman nenek moyang secara turun temurun serta mereka tinggal dan menetap pada lahan pertanian yang di sebut dengan tanah UMBUL.
Pada tahun 1991 Sugar Group Companies (Indo Lampung Perkasa, Sweet Indo Lampung,dll), merupakan perusahaan besar hadir di wilayah Tulang Bawang yang memanfaatkan tanah-tanah Umbul yang tadinya sebagai tempat masyarakat menggantungkan hidupnya dan keluarganya, kemudian oleh SGC di ganti rugi, tetapi yang terjadi pada saat itu ada sebagian besar masyarakat tidak mendapatkan ganti rugi tersebut, namun HGU PT. SGC diterbitkan oleh BPN.
Pada tahun 1994, kesewenang-wenangan SGC terhadap masyarakat dan penghianatan terhadap negara jelas- jelas dilakkukan secara nyata. Betapa tidak, semenjak berdiri keberadaan perusahaan SGC ini telah melanggar hukum, dikarenakan izin lokasi dan pembebasan lahan telah dicabut oleh pemerintah Provinsi lampung dengan Nomor: G/288/BPN/HK/1994 tanggal 13 Juli 1994 tetapi pada tahun 1995 Menteri Negara Agraria/BPN menerbitkan HGU dengnan nomor: 78/HGU/95 tentang pemberian HGU atas nama PT . Indo Lampung Perkasa, dalam Penerbitan HGU ini jelas menunjukkan ketidak hati-hatian pemerintah dan kehebatan perusahaan dalam ” membungkam” para pejabat pemerintah. Fakta ini mengindikasikan adanya manipulasi data,Sehingga HGU dapat diterbitkan.
Pada bulan Mei tahun 2008 dan April 2009, kesewenang-wenangan SGC semakin menjadi-jadi, tanah-tanah Umbul milik masyarakat tempat mereka berusaha untuk menghidupi keluarga serta rumah-rumah mereka, secara paksa dan tanpa belas kasihan di gusur oleh SGC untuk di jadikan lahan perkebunan tebu, perusahaan secara de facto telah merampas hak ulayat masyarakat dengan menggarap lahan yang belum dibebaskan atau tidak masuk dalam HGU PT. Sweet Indo Lampung (PT. SIL), sementara masyarakat menyakini bahwa hak mereka telah dirampas, tetapi apalah daya dengan kekuatan modal perusahaan berhasil mengklaim bahwa tanah dimaksud adalah bagian HGU, hal ini disebabkan oleh tidak jelasnya batas dan luas lahan yang telah digarab oleh SGC, sementara itu, proses kompensasi pembebasan seluas puluhan ribu hektar hingga saat ini belum diselesaikan. Ironisnya lagi pada saat iedul fitri 1 syawal 1432H disaat kita sedang larut dalam merayakan kemenangan, disisi lain wilayah tulang bawang masyarakatnya ada yang menangis dikarenakan penggusuran yang terus dilakukan oleh perusahaan.. tetapi apalah daya meski menangis darah sekalipun pemerintah tak akan pernah bergeming untuk membela masyarakatnya. Bahkan KOMNAS HAM saja yang sangat diharapkan oleh masyarakat untuk bisa menyelesaikan permasalahan warga, telah menarik diri dengan alasan kekurangan anggaran, sungguh alasan yang dibuat – buat.Karena jelas sekali semua kegiatan yang dilalukan menggunakan APBN.
Pengurus LAPMI Tulang Bawang
LEMBAGA PERS MAHASISWA ISLAM (LAPMI)
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM CABANG TULANG BAWANG
PERIODE 1432-1433H / 2011-2012M
DIREKTUR : ERDIANSYAH
DEWAN REDAKSI : INDA FISKA
PIMPINAN REDAKSI : ZUL FIKRI / (fikry arpendos)
REDAKSI / WARTAWAN : RENNI ANTIKA
: SOBIRIN
: PERDI
: JUANDA
: YULI YANTI
: NORA.A
: ARIAN ROMADHON
: APRI HARDI YANTI
: APRI HARDI YANTI
LK1 HMI Cabang Tulang Bawang
HMI Cabang Tulang Bawang mengadakan LK1, LK1kali ini diadakan di Sesat Agung Menggala dan buka oleh Ketua Badko Sumatera Raya Reka Punnata SH, yang di hadiri oleh 25 orang Kader, dari UMPTB (Universitas Megow Pak Tulang Bawang) dari beberapa Fakultas. Peserta LK1 sangat antusias dalam mengikuti Pengkaderan ini.karena dari pengkaderan ini banyak sekali pengalaman yang mereka dapatkan.
Mentari Pratiwi adalah salah satu peserta mengatakan bahwa materi yang mereka dapatkan di LK1 ini tidak di dapatkan mereka di Organisasi lain, melainkan Di HMI MPO. Tema yang di angkat pada LK1 kali ini adalah “KHITTAH PERJUANGAN HMI SEBAGAI IDENTITAS KADER”
Organisasi dapat dikenali dengan berbagai cara, antara lain ; melalui Atribut-atribut Organisasi, Jargon-jargon Gerakan, Output Organisasi berupa karya dan Kader-kadernya. Mengidentifikasi HMI dengan hal-hal tersebut dipandang amat sederhana, karena terbukti bahwa kesemuanya tak mampu mewakili kedalaman cita pejuangan HMI, memberi inspirasi bagi keberlanjutan perjuangan, apalagi jika dikaitkan dengan upaya untuk mempertahankan daya juang kader sepanjang hayat. Diperlukan satu konsep yang menggambarkan semangat ideologis kader HMI yang dapat menjawab kebutuhan tentang pentingnya daya tahan setiap kader dalam mengawal cita-cita perjuangannya. Hal ini diyakini lebih memiliki keunggulan dibandingkan sekadar atribut, simbol, jargon, ataupun klaim terhadap alumni dan kader yang “sukses” di bidang tertentu. Artinya, HMI belum dapat digambarkan dengan mengedepankan hal-hal tersebut.
Khittah Perjuangan HMI merupakan dokumen yang menggambarkan konsepsi ideologis sebagai upaya kader memberi penjelasan tentang cara pandang HMI mengenai semesta eksistensi yang wajib diakui, kebenaran yang wajib diperjuangkan, jalan hidup yang wajib dijunjung tinggi, cita-cita yang perlu diraih, dan nilai-nilai yang mengikat atau menjiwai kehidupannya secara individual maupun sosial.
Khittah Perjuangan merupakan paradigma gerakan atau manhaj yang merupakan penjelasan utuh tentang pilihan ideologis, yaitu prinsip-prinsip penting dan nilai-nilai yang dianut oleh HMI sebagai tafsir utuh antara azas, tujuan, usaha dan independensi HMI. Definisi ini merupakan kelanjutan dan pengembangan dari berbagai tafsir azas yang pernah lahir dalam sejarahnya. Tercatat bahwa sejak didirikanya di Yogyakarta pada tanggal 14 Rabiul Awal 1366 H atau 5 Pebruari 1947 M, HMI pernah memakai sejumlah tafsir azas seperti; tafsir azas HMI (1957), Kepribadian HMI atau Citra Diri (1963), Garis-garis Pokok Perjuangan (1967) dan Nilai-nilai Dasar Perjuangan (1969). Dokumen-dokumen tersebut merupakan tafsir terpisah dari tafsir tujuan dan independensi. Sebagai paradigma gerakan, penafsiran terpisah antara azas, tujuan dan independensi mengandung kecacatan karena suatu paradigma gerakan yang kokoh harus merupakan kesatuan utuh antara landasan, tujuan dan metodologi mencapai tujuan.
Muatan Khittah Perjuangan, dengan demikian, merupakan penjabaran konsepsi filosofis azas, tujuan, usaha dan Independensi. Azas menjelaskan landasan keyakinan HMI tentang ketuhanan, kesemestaan, kemanusiaan dan kemasyarakatan, semangat perjuangan dan hari kemudiaan sebagai konsepsi cita-cita masa depan kehidupan manusia. Keyakinan tersebut merupakan akar dari segenap perbuatan manusia untuk menyempurna sebagai insan kamil atau cita ulil albab dalam tujuan HMI. Keyakinan dalam Islam tertuang dalam prinsip tauhid yang mengingkari segenap penghambaan, ketundukan dan keterikatan kepada hal-hal yang menyebabkan hilangnya kesempatan menyempurna menuju kedekatan tertinggi di hadapan Allah SWT. Keyakinan ini tidak dipahami secara dogmatis melainkan dibenarkan oleh kesadaran yang sejenih-jernihnya. Tafsir tujuan HMI dalam Khittah Perjuangan merupakan penjabaran mengenai tujuan individual, sosial dan hakikat perkaderan sebagai upaya sistematis HMI menuju cita-cita tersebut.
Individu ulil albab dan masyarakat Islam yang dicita-citakan akan melahirkan hubungan timbal balik. HMI tidak memisahkan wilayah privat dan publik sebagai dua entitas kehidupan yang berbeda. Hal ini karena Al Qur’an memberitakan bahwa insan ulil albab merupakan sosok yang dapat membentuk dan menata kehidupan sosial yang adil, sebaliknya kehidupan sosial yang adil merupakan wahana pendidikan insaniyah yang utama untuk membentuk pribadi-pribadi utama.
Tafsir usaha dan independensi dimaksudkan untuk memberi penjelasan mengenai proses perjuangan yang diridhai untuk mencapai cita-cita. Independensi merupakan nilai yang menyemangati proses secara sadar tersebut. Independensi mengamanatkan perlunya kemandirian dan kemerdekaan menentukan sikap untuk memilih kebenaran dan memperjuangkannya.Melihat dari realitas yang ada pada saat ini di negara kita yang semakin kompleksnya permasalahan-permasalahan, terdegredasinya budaya dan krisis kepemimpinan yang melanda, yang tua kehilangan roh kepanutanya dan yang muda juga ikut kehilangan jiwa revolusionernya. Seakan-akan kita yang muda tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa berkata apa-apa lagi, maka dari itu Khittah Perjuangan HMI hadir menjadi solusi yang tepat dan pasti untuk negeri ini. Khittah Perjuangan HMI sebagai landasan dasar skema perjuangan dan perkaderan HMI, Karena khittah perjuangan HMI mengandung berbagai unsur yaitu diantaranya unsur iman, ilmu dan amal yang mana semua itu tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari yang nantinya sebagia bekal kita hidup di akherat kelak, diharapkan HMI dapat menjadi garda terdepan untuk perubahan tatanan masyarakat yang telah lama rusak di negeri ini dengan cara melahirkan mahasiswa/I para generasi penerus bangsa yang berkarakter ulil albab yang mengedepankan kemaslahatan umat dan tidak terjebak dalam suatu permasalahan yang kompleks yang sekarang menimpa negeri ini melalui Latihan Kader 1 Basic Training (BATRA).
Struktur Hmi Tulang Bawang
PENGURUS BESAR
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
(Association of Islamic University Students)
Sekretariat :Jl. Saharjo Gg Swadaya I, RT.12/RW.09, No.16, Manggarai, Tebet, Palu Selatan ,12850
Telepon/Faximile : (021) 8311982, SMS Centre : 082111966256,
======================================================================
Nomor: 101/A/KPTS/02/1432 H
Tentang
PENGESAHAN SUSUNAN PENGURUS
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM CABANG TULANG BAWANG
PERIODE 1432-1433 H/2011-2012 M
Dengan senantiasa mengharap bimbingan dan ridho Allah SWT, Pengurus Besar Himpunan
Mahasiswa Islam, setelah ;
Menimbang : 1. Bahwa demi kesinambungan usaha perkaderan dan perjuangan HMI maka perlu disahkan susunan Pengurus Himpunan mahasiswa islam cabang tulang bawang periode 1432-1433 H/2011-2012M;
2. Bahwa untuk keperluan tersebut di atas, maka perlu segera ditetapkan dalam sebuah surat keputusan.
Mengingat : 1. Anggaran Dasar HMI Pasal 12;
2. Anggaran Rumah Tangga HMI Pasal 27, 28, dan 29
3. Pedoman Struktur Organisasi HMI.
Memperhatikan : Surat Permohonan SK HMI cabang Tulang Bawang
Memutuskan
Menetapkan : 1. Mengesahkan Saudara SAIFUL AHMAD dan Saudara YUHENDRA masing-masing sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Umum HMI cabang Tulang Bawang periode 1432-1433 H/2011-2012 M dengan susunan pengurus selengkapnya terlampir.
2. Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan ditinjau kembali apabila terjadi kekeliruan;
Billahittaufiq wal hidayah,
Ditetapkan di : Jakarta
Pada Tanggal : 15 Shafar 1432 H
20 Januari 2011 M
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
PENGURUS BESAR
M. CHOZINAMIRULLAH ACHMAD ILYAS
KETUA UMUM SEKRETARIS JENDRAL
PENGURUS BESAR
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
(Association of Islamic University Students)
Sekretariat :Jl. Saharjo Gg Swadaya I, RT.12/RW.09, No.16, Manggarai, Tebet, Palu Selatan ,12850
Telepon/Faximile : (021) 8311982, SMS Centre : 082111966256,
=====================================================================
Lampiran : Surat Keputusan Nomor 101/A/KPTS/02/1432 Struktur Pengurus HMI Cabang
Tulang Bawang Periode 1432-1433 H/ 2011-2012 M
SUSUNAN PENGURUS
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM CABANG TULANG BAWANG
PERIODE 1432-1433 H/2011-2012 M
KETUA UMUM : SAIFUL AHMAD
SEKRETARIS UMUM : YUHENDRA
BENDAHARA UMUM : OKTA RINA
Ketua Bidang Kajian Intelektual dan PTK : SELPINA
Sekretaris Bidang Kajian Intelektual dan PTK : APRIYADI
Ketua Bidang Politik, Hukum, HAM dan Avokasi Masyarakat :RODIYANTO
Sekretaris Bidang Politik, Hukum, HAM dan Avokasi Masyarakat :EVI MULYADI
Ketua Bidang Koprasi dan UKM :RIZA PEBRIANI
Sekretaris Bidang Koprasi dan UKM :IIN DANIATI
Ketua Bidang Lingkungan Hidup : PERDI
Sekretaris Bidang Lingkungan Hidup : JUANDA
LEMBAGA OTONOMI CABANG
Ketua Korp Pengader Cabang : SOLEHUDIN
Sekretaris Korp Pengader Cabang : HILALI YATI H.S NURI
Ketua Korp HMI Wati :NANA TRISNA
Sekretaris Korp HMI Wati :EKA NUR AGUSTIN
Direktur LAPMI :ERDIYANSYAH
Langganan:
Postingan (Atom)
home

Home