Himne HMI dan Mars Hijau Hitam

Himne HMI dan Mars Hijau Hitam adalah lagu wajib HMI MPO, di setiap pengkaderan atu pertemuan seputar HMI pasti akan menyanyikan kedua lagu wajib tersebut. jadi para kader harus bisa menghafalkan.
Buat para kader HMI Cabang Tulang Bawang yang belum sempat menyalin lirik lagunya, di bawah ini ada liriknya silahkan di nyanyikan.


Himne HMI

Bersyukur dan ikhlas

Himpunan mahasiswa islam

Yakin usaha sampai

Untuk kemajuan

Hidayah dan taufik

Bahagia HMI



Berdoa dan ikrar

Menjunjung tinggi syiar islam

Turut qur’an dan hadits

Jalan keselamatan

Ya Allah berkati

Bahagia HMI 


Mars Hijau Hitam HMI MPO
Bulan sabit kejayaan

Bintang lima kemenangan

Angka satu ketauhidan

Jantung pusat kehidupan



Panji Kemanusiaan t’lah dikibarkan

Pena kebenaran t’lah ditorehkan

Perisai keadilan t’lah ditegakkan

Himpunan Mahasiswa Islam



Hijau keteguhan iman

Hitam kedalaman ilmu

Putih ketulusanamal

Dibawah naungan Illahi



Panji Kemanusiaan t’lah dikibarkan

Pena kebenaran t’lah ditorehkan

Perisai keadilan t’lah ditegakkan

Himpunan Mahasiswa Islam



iman perinsip abadi

ilmu bekal yang hakiki

amal kendaraan diri

menuju ridho ilahi



Panji Kemanusiaan t’lah dikibarkan

Pena kebenaran t’lah ditorehkan

Perisai keadilan t’lah ditegakkan

Himpunan Mahasiswa Islam 3x

Itulah sekelumit lirik lagu Himne HMi dan Mars Hijau Hitam
Bagi yang ingin download silahkan
Himne HMI Download
komentar (3) | | Read More...

STRUKTUR

Struktur Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Tulang Bawang Periode 1432-1433 H / 2011-2012M

                                                                                                             
komentar | | Read More...

Realitas Masyarakat Tulang Bawang

KEJAHATAN KEMANUSIAAN OLEH PENGUASA & PENGUSAHA
(Realitas Masyarakat Tulang Bawang)



Indonesia dengan kekayaan alam  yang terkandung di dalamnya dan potensi-poensi lainnya, seharusnya menjadikan negara ini sebagai negara makmur. Namun yang terjadi adalah tingginya angka kemiskinan, rendahnya aksesibilitas rakyat terhadap pendidikan, dan gejala-gejala ketidakadilan lainnya yang tampak nyata di depan mata.

Demikian juga dengan Kabupaten Tulang bawang, potensi-potensi yang ada seolah-olah tidak bermanfaat secara Sosial, Ekonomi dan pendidikan bagi masyarakatnya secara luas. Kekayaan yang ada sepertinya tidak di peruntukan untuk kepentingan masyarakat Tulang Bawang, tetapi hanya bisa di nikmati oleh orang-orang yang memiliki modal (penguasa & pengusaha).

Di kabupaten Tulang Bawang sebagian besar masyarakat bermata pencarian sebagai petani dan nelayan, sejak zaman nenek moyang secara turun temurun serta mereka tinggal dan menetap pada lahan pertanian yang di sebut dengan tanah UMBUL.

Pada tahun 1991 Sugar Group Companies (Indo Lampung Perkasa, Sweet Indo Lampung,dll), merupakan perusahaan besar hadir di wilayah Tulang Bawang yang memanfaatkan tanah-tanah Umbul yang tadinya sebagai tempat masyarakat menggantungkan hidupnya dan keluarganya, kemudian oleh SGC di ganti rugi, tetapi yang terjadi pada saat itu ada sebagian besar masyarakat tidak mendapatkan ganti rugi tersebut, namun HGU PT. SGC diterbitkan oleh BPN.

Pada tahun 1994, kesewenang-wenangan SGC terhadap masyarakat dan penghianatan terhadap negara jelas- jelas dilakkukan secara nyata. Betapa tidak, semenjak berdiri keberadaan perusahaan SGC ini telah melanggar hukum, dikarenakan izin lokasi dan pembebasan lahan telah dicabut oleh pemerintah Provinsi lampung dengan Nomor: G/288/BPN/HK/1994 tanggal 13 Juli 1994 tetapi pada tahun 1995 Menteri Negara Agraria/BPN menerbitkan HGU dengnan nomor: 78/HGU/95 tentang pemberian HGU atas nama PT .  Indo Lampung Perkasa, dalam Penerbitan HGU ini jelas menunjukkan ketidak hati-hatian pemerintah dan kehebatan perusahaan dalam ” membungkam” para pejabat pemerintah. Fakta ini mengindikasikan adanya manipulasi data,Sehingga HGU dapat diterbitkan.

Pada bulan Mei tahun 2008 dan April 2009, kesewenang-wenangan SGC semakin menjadi-jadi, tanah-tanah Umbul milik masyarakat tempat mereka berusaha untuk menghidupi keluarga serta rumah-rumah mereka, secara paksa dan tanpa belas kasihan di gusur oleh SGC untuk di jadikan lahan perkebunan tebu, perusahaan secara de facto telah merampas hak ulayat masyarakat dengan menggarap lahan yang belum dibebaskan atau tidak masuk dalam HGU PT. Sweet Indo Lampung (PT. SIL), sementara masyarakat  menyakini bahwa hak mereka telah dirampas, tetapi apalah daya dengan kekuatan modal perusahaan berhasil mengklaim bahwa tanah dimaksud adalah bagian HGU, hal ini disebabkan oleh tidak jelasnya batas dan luas lahan yang telah digarab oleh SGC, sementara itu, proses kompensasi pembebasan seluas puluhan ribu hektar hingga saat ini belum diselesaikan. Ironisnya lagi pada saat iedul fitri 1 syawal 1432H disaat kita sedang larut dalam merayakan kemenangan, disisi lain wilayah tulang bawang masyarakatnya ada yang menangis dikarenakan penggusuran yang terus dilakukan oleh perusahaan.. tetapi apalah daya meski menangis darah sekalipun pemerintah tak akan pernah bergeming untuk membela masyarakatnya. Bahkan KOMNAS HAM saja yang sangat diharapkan oleh masyarakat untuk bisa menyelesaikan permasalahan warga, telah menarik diri dengan alasan kekurangan anggaran, sungguh alasan yang dibuat – buat.Karena jelas sekali semua kegiatan yang dilalukan menggunakan APBN.
komentar (1) | | Read More...

Pengurus LAPMI Tulang Bawang

Struktur Pengurus LAPMI Tulang Bawang

Logo LAPMI Tulang Bawang















SUSUNAN PENGURUS
LEMBAGA PERS MAHASISWA ISLAM (LAPMI)
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM CABANG TULANG BAWANG
PERIODE 1432-1433H / 2011-2012M

DIREKTUR                              : ERDIANSYAH

DEWAN REDAKSI                 : INDA FISKA
                                                 : SAIFUL AHMAD
                                                 : YUHENDRA RADEN AHMAD
                                                 : HENDRA HAMDANI

PIMPINAN REDAKSI            : ZUL FIKRI / (fikry arpendos)

REDAKSI / WARTAWAN      : RENNI ANTIKA
                                                 : SOBIRIN
                                                 : PERDI
                                                 : JUANDA
                                                 : YULI YANTI
                                                 : NORA.A
                                                 : RIKE LIDIA
                                                 : ARIAN ROMADHON
                                                 : APRI HARDI YANTI


komentar | | Read More...

LK1 HMI Cabang Tulang Bawang

HMI Cabang Tulang Bawang mengadakan LK1, LK1kali ini diadakan di Sesat Agung Menggala dan buka oleh Ketua Badko Sumatera Raya Reka Punnata SH, yang di hadiri oleh 25 orang Kader, dari UMPTB (Universitas Megow Pak Tulang Bawang) dari beberapa Fakultas. Peserta LK1 sangat antusias dalam mengikuti Pengkaderan ini.karena dari pengkaderan ini banyak sekali pengalaman yang mereka dapatkan.

Mentari Pratiwi adalah salah satu peserta mengatakan bahwa materi yang mereka dapatkan di LK1 ini tidak di dapatkan mereka di Organisasi lain, melainkan Di HMI MPO. Tema yang di angkat pada LK1 kali ini adalah “KHITTAH PERJUANGAN HMI SEBAGAI IDENTITAS KADER”

      Organisasi dapat dikenali dengan berbagai cara, antara lain ; melalui Atribut-atribut Organisasi, Jargon-jargon Gerakan, Output Organisasi berupa karya dan Kader-kadernya. Mengidentifikasi HMI dengan hal-hal tersebut dipandang amat sederhana, karena terbukti bahwa kesemuanya tak mampu mewakili kedalaman cita pejuangan HMI, memberi inspirasi bagi keberlanjutan perjuangan, apalagi jika dikaitkan dengan upaya untuk mempertahankan daya juang kader sepanjang hayat. Diperlukan satu konsep yang menggambarkan semangat ideologis kader HMI yang dapat menjawab kebutuhan tentang pentingnya daya tahan setiap kader dalam mengawal cita-cita perjuangannya. Hal ini diyakini lebih memiliki keunggulan dibandingkan sekadar atribut, simbol, jargon, ataupun klaim terhadap alumni dan kader yang “sukses” di bidang tertentu. Artinya, HMI belum dapat digambarkan dengan mengedepankan hal-hal tersebut.

Khittah Perjuangan HMI merupakan dokumen yang menggambarkan konsepsi ideologis sebagai upaya kader memberi penjelasan tentang cara pandang HMI mengenai semesta eksistensi yang wajib diakui, kebenaran yang wajib diperjuangkan, jalan hidup yang wajib dijunjung tinggi, cita-cita yang perlu diraih, dan nilai-nilai yang mengikat atau menjiwai kehidupannya secara individual maupun sosial.

Khittah Perjuangan merupakan paradigma gerakan atau manhaj yang merupakan penjelasan utuh tentang pilihan ideologis, yaitu prinsip-prinsip penting dan nilai-nilai yang dianut oleh HMI sebagai tafsir utuh antara azas, tujuan, usaha dan independensi HMI. Definisi ini merupakan kelanjutan dan pengembangan dari berbagai tafsir azas yang pernah lahir dalam sejarahnya. Tercatat bahwa sejak didirikanya di Yogyakarta pada tanggal 14 Rabiul Awal 1366 H atau 5 Pebruari 1947 M, HMI pernah memakai sejumlah tafsir azas seperti; tafsir azas HMI (1957), Kepribadian HMI atau Citra Diri (1963), Garis-garis Pokok Perjuangan (1967) dan Nilai-nilai Dasar Perjuangan (1969). Dokumen-dokumen tersebut merupakan tafsir terpisah dari tafsir tujuan dan independensi. Sebagai paradigma gerakan, penafsiran terpisah antara azas, tujuan dan independensi mengandung kecacatan karena suatu paradigma gerakan yang kokoh harus merupakan kesatuan utuh antara landasan, tujuan dan metodologi mencapai tujuan.

Muatan Khittah Perjuangan, dengan demikian, merupakan penjabaran konsepsi filosofis azas, tujuan, usaha dan Independensi. Azas menjelaskan landasan keyakinan HMI tentang ketuhanan, kesemestaan, kemanusiaan dan kemasyarakatan, semangat perjuangan dan hari kemudiaan sebagai konsepsi cita-cita masa depan kehidupan manusia. Keyakinan tersebut merupakan akar dari segenap perbuatan manusia untuk menyempurna sebagai insan kamil atau cita ulil albab dalam tujuan HMI. Keyakinan dalam Islam tertuang dalam prinsip tauhid yang mengingkari segenap penghambaan, ketundukan dan keterikatan kepada hal-hal yang menyebabkan hilangnya kesempatan menyempurna menuju kedekatan tertinggi di hadapan Allah SWT. Keyakinan ini tidak dipahami secara dogmatis melainkan dibenarkan oleh kesadaran yang sejenih-jernihnya. Tafsir tujuan HMI dalam Khittah Perjuangan merupakan penjabaran mengenai tujuan individual, sosial dan hakikat perkaderan sebagai upaya sistematis HMI menuju cita-cita tersebut.

Individu ulil albab dan masyarakat Islam yang dicita-citakan akan melahirkan hubungan timbal balik. HMI tidak memisahkan wilayah privat dan publik sebagai dua entitas kehidupan yang berbeda. Hal ini karena Al Qur’an memberitakan bahwa insan ulil albab merupakan sosok yang dapat membentuk dan menata kehidupan sosial yang adil, sebaliknya kehidupan sosial yang adil merupakan wahana pendidikan insaniyah yang utama untuk membentuk pribadi-pribadi utama.
Tafsir usaha dan independensi dimaksudkan untuk memberi penjelasan mengenai proses perjuangan yang diridhai untuk mencapai cita-cita. Independensi merupakan nilai yang menyemangati proses secara sadar tersebut. Independensi mengamanatkan perlunya kemandirian dan kemerdekaan menentukan sikap untuk memilih kebenaran dan memperjuangkannya.Melihat dari realitas yang ada pada saat ini di negara kita yang semakin kompleksnya permasalahan-permasalahan, terdegredasinya budaya dan krisis kepemimpinan yang melanda, yang tua kehilangan roh kepanutanya dan yang muda juga ikut kehilangan jiwa revolusionernya. Seakan-akan kita yang muda tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa berkata apa-apa lagi, maka dari itu Khittah Perjuangan HMI hadir menjadi solusi yang tepat dan pasti untuk negeri ini. Khittah Perjuangan HMI sebagai landasan dasar skema perjuangan dan perkaderan HMI, Karena khittah perjuangan HMI mengandung berbagai unsur yaitu diantaranya unsur iman, ilmu dan amal yang mana semua itu tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari yang nantinya sebagia bekal kita hidup di akherat kelak, diharapkan HMI dapat menjadi garda terdepan untuk perubahan tatanan masyarakat yang telah lama rusak di negeri ini dengan cara melahirkan mahasiswa/I para generasi penerus bangsa yang berkarakter ulil albab yang mengedepankan kemaslahatan umat dan tidak terjebak dalam suatu permasalahan yang kompleks yang sekarang menimpa negeri ini melalui Latihan Kader 1 Basic Training (BATRA). 
komentar | | Read More...
 
Copyright © 2011. HMI Tulang Bawang . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger