Sejarah KOHATI Korps-HMI-Wati

Sejarah KOHATI tak lepas dari HMI Sejak Berdirinya HMI di Jogjakarta tanggal 5 Februari 1947 digerakkan oleh 15 orang Mahasiswa yang diantaranya terdapat 2 orang perempuan yaitu Misyarah Hilal dan Siti Zainah. Dalam perkembangan selanjutnya muncullah Siti Baroroh, Tujimah, dan Tedjaningsih. Kehadiran mereka memberikan kesadaran untuk secepatnya membentuk kohati.

KOHATI didirikan pada tanggal 2 Jumadil Akhir 1386 H bertepatan dengan tanggal 17 September 1966 M pada Kongres VIII di SOLO.

Secara khusus motivasi mendirikan wadah khusus keperempuanan didasarkan berbagai faktor yaitu.

Semangat ke-Islaman HMI-Wati yang tinggi
Semangat emansipasi wanita yang membawa keberhasilan diberbagai bidang.
Semangat persatuan yang didasarkan rasa senasib dalam memperjuangkan kemerdekaan fisik maupun spiritual para wanita indonesia.
Rasa tanggung jawab yang besar dalam membangun masyarakat.
HMI-Wati mempunyai cita- cita yang mulia, untuk itu memerlukan wadah dalam membina dan mengembangkannya
HMI sendiri membutuhkan kekuatan massa yang besar dalam segala aspek perjuangan.

Berbagai Latar Belakang berdirinya KOHATI. Dijelaskan dalam buku Korp HMI Wati Dalam Sejarah 1966-1994 yaitu :

Pertama, Perjuangan HMI makin meningkat sesuai dengan gerakan perjuangan bangsa. Terutama pada masa peralihan dari orde lama menuju orde baru. Peningkatan kesadaran kaum wanita dan masyarakat pada umumnya untuk aktif dalam aspek kehidupan semakin besar. Oleh karena itu, dalam rangka pencapaian tujuan HMI lebih maksimal, dilakukanlah pembagian tugas yang lebih efektif. Manifestasi dari pembagian tugas tersebut

dikembangkanlah lembaga- lembaga khusus. Misalnya Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam, Lembaga Pers Mahasiswa Islam, Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam, Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam dan lain lain sesuai dengan kebutuhan anggota.

Kesadaran untuk lebih meningkatkan peranan dan aktifitas HMI- Wati telah mendorong terbentuknya Corps HMI-WAti (COHATI). Jika dikatakan HMI merupakan kader ummat dan kader bangsa, dengan demikian HMI-Wati turut serta bersamanya menjadi kader wanita islam. Untuk itu sudah sewajarnyalah jika HMI-Wati melakukan suatu usaha untuk meningkatkan kualitas dan perananya dalam setiap gerak HMI.

Kedua, dapat di kutip disini keterangan Anniswati Rokhlan (ketua umum pertama KOHATI PB HMI) yang dimuat dalam majalah COHATI sebagai berikut : Banyak sekali arti yang dapat diambil dari eksistensi KOHATI dalam HMI. Semula memang maksud didirikanya KOHATI adalah pengerahan massa dalam KAP (Kesatuan Aksi Pengayangan) GESTAPU/PKI, dimanakita ikut berpartisipasi aktif. Dalam bentuk Departemen Keputrian, paling- paling hanya tiga atau empat orang saja yang bersedia bekerja, yang lain hanya menonton saja. Dengan korp HMI-wati, maka banyak HMI-Wati yang ambil bagian, sehingga dengan demikian lebih banyak kegiatan yang dilakukan dan lebih banyak HMI-Wati yang belajar dari pengalaman di HMI. Dengan kata lain pembinaan HMI-Wati sebagai anggota HMI lebih riil. .

Ketiga, mengutip keterangan Yulia Mulyati Mantan Sekretaris Umum KOHATI PB yang pertama dikatakan bahwa yang mendorong didirikanya KOHATI adalah karena dibentuknya berbagai korp dalam angkatan bersenjata sebagai wadah khusus perempuan, seperti Angkatan Laut punya KOWAL, Angkatan Darat punya KOWAD, Angkatan Udara punya KOWAU, Angkatan Kepolisian punya POLWAN, maka HMI punya KOHATI. Tujuan dari terbentuknya berbagai korp tersebut adalah untuk mengerahkan masa dalam menghadapi komunis. Yulia juga mengatakan gambaran sebenarnya yang mendorong berdirinya KOHATI adalah untuk pembentukan kader- kader HMI-Wati ysng dapat membawakan aspirasi HMI dimanapun berada, disamping itu juga kualitas dan kuantitas HMI-Wati semakin meningkat sehingga dirasakan sangat penting adanya sebuah wadah yaitu KOHATI. Mengutip pendapatnya Nurhayati Jamaz mengungkapkan bahwa situasi sosial-politik pada sekitar tahun 1966 menyebabkan timbulnya hasrat dan semangat dari seluruh unsur masyarakat yang ada untuk mempersatukan kekuatan dalam menumpas gerakan PKI pada waktu itu. PKI merupakan lawan ideologis HMI yang masuk melalui pintu gerakan perempuan (GERWANI). Upaya HMI untuk bersentuhan langsung pada gerakan keperempuanan membawa konsekwensi logis masuknya HMI ke kancah perjuangan gerakan perempuan, baik formal maupun informal. Sebagai langkah taktis untuk masuk ke wilayah perempuan akan lebih efektif bila HMI memiliki kelompok kepentingan (interest-group) yang dapat diperhitungkan sebagai bagian langsung dari gerakan perempuan yang berbasis organisasi perempuan

Ada dua alasan yang paling mendasar membuat KOHATI didirikan yaitu:

1. Secara internal, departemen keputrian yang ada pada waktu itu sudah tidak mampu lagi menampung aspirasi para kader HMI-Wati, disamping basic-needs anggota tentang berbagai persoalan perempuan kurang bisa di fasilitasi oleh HMI. Dengan hadirnya sebuah institusi yang secara spesifik menampung aspirasi HMI-Wati juga diharapkan HMI-Wati secara internal memiliki keleluasaan untuk mengatur diri mereka sendiri dan lebih memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan organisasi yang muncul dari basic-needs anggotanya sendiri yaitu kader HMI-Wati.

2. Secara eksternal, HMI mengalami tantangan yang cukup pelik dikaitkan dengan hadirnya lawan ideologis HMI yaitu komunis yang masuk melalui pintu gerakan perempuan (GERWANI). Selain itu maraknya pergerakan perempuan yang ditandai dengan munculnya organisasi perempuan dengan berbagai pariasi bentuk ideologi, pilihan isu, maupun strategi gerkannya membuat HMI harus merapatkan barisannya dengan cara terlibat aktif dalm kancah gerakan perempuan yang berbasis organisasi perempuan.

Atas dasar pertimbangan itulah pada tanggal 17 September 1966 M bertepatan dengan 2 Jumadil Akhir 1386 H pada Kongres VII di Solo dideklarasikan KOHATI. Terpilih sebagai Ketua Umum KOHATI pertama waktu itu adalah Anniswati Rokhlan,

komentar (1) | | Read More...

Makna Dari Lambang Kohati

Makna drai lambang kohati Korps-HMI-Wati Korkom unila, Kohati adalah suatu Badan dari HMI yang mengurus dan membina HMI-Wati.
A. Makna lambang KOHATI:

Bulan bintang, warna hijau, warna hitam, keseimbangan warna hijau dan hitam, warna putih, puncak tiga. Maknanya sebagaimana yang tercantum dalam lambang HMI.
Melati berarti lambang kasih sayang yang suci dan tulus.
Penyangga berarti lambang perempuan sebagai tiang Negara.
Buku terbuka berarti lambang Al-Quran sebagai dasar utama.
Tiga kelopak bunga berarti lambang tri darma perguruan tinggi.
Tulisan KOHATI berarti singkatan Korps-HMI-Wati.

B. Penggunaan Lambang KOHATI:

Lambang KOHATI digunakan untuk badge/lencana KOHATI yang pemakaiannya di baju dengan perbandingan 2:3.
Badge KOHATI digunakan pada acara-acara seremonial KOHATI dan acara resmi organisasi di luar KOHATI.
Lambang KOHATI tidak dipergunakan sebagai lambang pada kop surat dan stempel KOHATI.

C. Pengertian KOHATI:

KOHATI adalah singkatan dari Korps-HMI-Wati. KOHATI adalah badan khusus HMI yang bertugas membina, mengembangkan dan meningkatkan potensi HMI-Wati dalam wacana dan dinamika gerakan keperempuanan. KOHATI adalah bidang keperempuanan di HMI setingkat.
D. Waktu dan Tempat Kedudukan KOHATI:

KOHATI didirikan pada tanggal 2 Jumadil Akhir 1386 H bertepatan dengan tanggal 17 September 1966 M pada Kongers VIII di Solo. KOHATI berkedudukan di tempat kedudukan HMI.

KOHATI merupakan salah satu badan khusus HMI, yang secara struktural pengurus KOHATI ex officio pimpinan HMI dengan diwakili oleh Ketua Umum, Sekretaris Umum, Bendahara Umum dan Ketua Bidang. KOHATI bersifat Semi-Otonom. Dalam operasionalisasi mekanisme organisasi, sifat semi-otonom ini mengandung arti bahwa KOHATI memiliki keleluasaan dan kewenangan dalam beraktivitas dan berkreativitas di dalam (intern) HMI, terutama dalam pembinaan potensi HMI di dalam wacana keperempuanan dalam mengembangkan kualitas kader HMI-Wati, baik dalam pengembangan wawasan maupun keterampilan yang sesuai dengan konstitusi HMI dan KOHATI yaitu AD dan ART HMI maupun Pedoman Dasar KOHATI serta kebijaksanaan umum HMI lainnya.

Adapun dalam melakukan kegiatan yang bersifat luar (ekstern) HMI, KOHATI merupakan perpanjangan tangan HMI di semua tingkatan. Dengan kata lain kehadiran KOHATI pada aktivitas eksternal HMI merupakan pembawa misi perjuangan HMI. Oleh karenanya KOHATI harus senantiasa mengadakan koordinasi dengan HMI.

KOHATI berperan sebagai Pencetak dan Pembina Muslimah Sejati untuk menegakkan dan mengembangkan nilai-nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan. Dan anggota KOHATI adalah HMI-Wati yang telah lulus Latihan Kader (LK I).
E. Tujuan KOHATI:

KOHATI merumuskan tujuannya sebagai berikut : “Terbinanya Muslimah yang berkualitas Insan Cita” dan “insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah Subhanahu Wata ’ala”.

Dengan rumusan tujuan ini KOHATI memposisikan dirinya sebagai bagian yang ingin mencapai tujuan HMI (mencapai 5 kualitas insan cita) tetapi berspesialisasi pada pembinaan anggota HMI-Wati untuk menjadi muslimah yang berkualitas insan cita. Sesuai dengan ide dasar pembentukannya, maka proses pembinaan di KOHATI ditujukan untuk peningkatan kualitas dan peranannya dalam wacana keperempuanan. Ini dimaksudkan bahwa aktifitas HMI-Wati tidak saja di KOHATI dan HMI, tetapi juga dalam masyarakat luas, terutama dalam merespon, mengantisipasi berbagai wacana keperempuanan.

Dengan demikian, maka jelas bahwa tugas KOHATI adalah melakukan akselerasi pada pencapaian tujuan HMI. Untuk dapat menjalankan peranannya dengan baik, maka KOHATI harus membekali dirinya dengan meningkatkan kualitasnya sehingga anggota KOHATI memiliki watak dan kepribadian yang teguh, kemampuan intelektual, kemampuan profesional serta kemandirian dalam merespon, mengantisipasi berbagai wacana keperempuanan yang berkembang dalam masyarakat.
komentar | | Read More...

Tiga Nama Formatur Diharapkan Mampu Membawa Lapmi Untuk Maju

Pelaksanaan Munas Lapmi yang di adakan di Kaliurang Jogjakarta menghadirkan Tiga nama Mid Formatur , diantaranya Fhaturahman, Bima Yudistira, dan Najamudin Arfan Diharapkan mampu membawa perubahan baru dalam langkah Lapmi kedepan agar Lapmi HMI-MPO makin eksis serta maju di kancah media-media yang telah ada di Indonesia.
Ketiga nama yang keluar pada Forum Munas Lapmi di Jogja Nantinya akan di ajukan ke PB HMI untuk di pilih sebagai Direktur Lapmi periode yang baru yaitu periode 2013-2015.
Saat di konfirmasi 2 dari 3 Formatur , Najamudin Arfan dan Bima Yudistira,  mereka mengajukan satu nama yaitu Fahaturahman (Pengurus Lapmi Periode yang lalu) untuk di angkat sebagai Direktur Lapmi periode 2013-2015, Pengangkatan tetap akan di pilih Oleh Pengurus Besar HMI-MPO Puji Hartoyo A.

komentar (1) | | Read More...

Dipilih Dan Memilih Bukan Kepemimpinan di HMI,,

Sore hari, kawasan merapi menata lirih keharuan dalam pergulatan menentukan siapa yang pantas memegang amanah kepemimpinan Nasional di lembaga kekaryaan yang dimiliki HMI-MPO dalam Dua tahun Kedepan. hal ini terbukti bagaimana sistem perkaderan HMI-MPO dalam menentukan pemegang tampu estapeta kepemimpinan bukan berdasarkan memilih dan di pilih melainkan bermusyawarah yang layak siapa yang mampu membawa lembaga kekaryaan HMI dalam hal ini LAPMI. Ahad/28/11/2013 15.05 WIB.
Sudah beberapa nama yang diminta untuk dengan ikhlas berjuang di lembaga pers mahasiswa islam yang nanti akan di rekomendasikan ke pengurus besar Himpunan Mahasisiwa Islam, diantaranya Kanda Faturhman(Bekasi), kanda Bima (Sleman), dan Kanda Naja Mudin ( Makassar) dikatakan oleh pemandu musyawarah meminta dan merekomendasikan direktur Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) Noor Rohman dalam penjelasan selama pelaksanaan mekanisme musyawarah rekomendasi direktur LAPMI dari kesepakatan peserta dari utusn Lapmi Cabang Se-Indonesia.
komentar (1) | | Read More...

SAAT MENENTUKAN LEMBAGA PERS MAHASISWA ISLAM KEDEPAN


Musyawarah lembaga pers mahasiswa islam (LAPMI) sebagai salah satu lembaga kekaryaan yang dimiliki HMI-MPO menentukan langkah geraknya, puluhan peserta musyawarah lembaga pers mahasiwa islam yang terdiri dari utusan lapmi Cabang-cabang Seindonesia yakni Lapmi Cabang Tulang Bawan, Cabang Bogor, Cabang Jakarta, Cabang Jakarta Selatan, Cabang Jogja, Cabang Seleman, Cabang Semarang, dan Cabang Wonosobo.28/11/2013
Ahad hari kedua munas Lapmi menglami sengit pemikiran menetukan langkah strategis kedepan lapmi setelah beberap periode mengalami kemunduran dalam gerakan media online dan cetak sebagai media gerakan pemikiran. pukul 14.45 WIB sudah di sepakati dan di tentapkan 11poin langkah strategis gerakan lembaga pers mahasiswa islam yang harus dilakukan dalam membangun lembaga kekaryaan milik HMI-MPO .
Askur Al-liwa'un (HMI-MPO Bogor)

komentar (2) | | Read More...

Lembaga Pers Mahasiswa Islam Mengadakan Munas

Lembaga Pers Mahasiswa Islam Mengadakan Munas di Jogjakarta, Balai Kota, Pembukaan dihadiri Dr. Lucas, Ketua KPI (komisi Penyiar Indonesia) S.Rahmat M Arifin serta ketua umum PB HMI-MPO sert utusan MUNAS lembaga pers mahasisiwa islam di tingkatan cabang Se-Indonesia. Ketua Cab. Jogjakarta Hilal Mengatakan Fungsi Per Itu sangat Untuk Menyikapi Pemilu 2014 mendatang. Munas (Musyawarah Nasional) Kali ini Mengangat Tema "Mengembalikan Fungsi Kontrol Pers yang Sehat".

Seminar ini merupakan rangkaian acara dari pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) LAPMI yang akan dilaksanakan 26-28 Oktober 2013 yang dijadwalkan akan berlangsung di Kaliurang, Jogjakarta.
komentar | | Read More...

Struktur HMI Tulang Bawang 2013-2014

Pengurus HMI Cabang Tulang Bawang PERIODE 1434-1435 H/2013-2014 M 

SUSUNAN PENGURUS
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM CABANG TULANG BAWANG
PERIODE 1434-1435 H/2013-2014 M


KETUA UMUM                                                                                                                       : APRI HARDI YANTI
SEKRETARIS UMUM                                                                                                           : M. SOBIRIN
BENDAHARA UMUM                                                                                                           : RENNI ANTIKA


Ketua Bidang PAO                                                                                  : Aryan Romadon
Sekretaris  PAO                                                                                                               : ARLINA

Ketua Bidang Sosial Budaya                                                                 : Nora Ayu Susanti
Sekretaris Sosial Budaya                                                                      : Siti Soleha

Ketua Bidang UKM                                                                                : Eka Nur Agustina
Sekretaris Bidang UKM                                                                          : Anggun Maya Risa

Ketua Bidang Lingkungan Hidup                                                           : Rike Lidia
Sekretaris Bidang Lingkungan Hidup                                                    : Bukhari

Ketua Bidang Kajian                                                                               : Feri Agustian
Sekretaris Bidang kajian                                                                         : Murni

Ketua Kohati                                                                                           : Sulina
Sekretaris Kohati                                                                                    : Yuli yanti

Ketua KPC                                                                                              : Soleh Salahudin
Sekretaris KPC                                                                                       : Hilal Yati HS Nuri

Direktur LBKH                                                                                         : Yuhendra Raden Ahmad
Sekretaris LBKH                                                                                      : Meyrina   


 Direktur Lapmi                                                                                        : Erdiansyah
komentar | | Read More...

sahabat HMI

Apa kabar sahabat HMI MPO Cab tulang bawang?
 
Semoga Sahabat semuanya senantiasa selalu dalam lindungan 
Allah SWT (Aamiin ya rabal alamin).
tak terasa sebentar lagi kita akan menyambut Bulan Ramadhan.
mari kita sambut bulan Ramadhan dengan semangat.salam ukhuwah islamiyah.
komentar | | Read More...

Manfaat Masalah Dalam Kehidupan

Setiap manusia di dunia ini yang masih hidup pasti memiliki masalah. Masalah bisa timbul karena hasil perbuatan sendiri, berupa musibah atau sekedar kesialan belaka. Namun bila direnungkan lebih mendalam semua yang terjadi di dunia ini tidak terlepas dari hukum sebab akibat. Terkadang orang menyesali hidupnya lalu iri terhadap orang lain yang menurutnya lebih beruntung terkadang mereka mengatakan hidupku tiada arti, Ternyata hal itu salah semakin banyak masalah semakin kuat pula pondasi orang tersebut dalam menjalani hidup.

Kalau kita telaah dari berbagai pengalaman , kebanyakan orang yang hidupnya banyak diuji dengan cobaan dan penderitaan, mereka lebih bisa berfikir kritis, bijak, dan cenderung lebih dewasa memandang hidup mereka. Mereka lebih berhati-hati dan sabar, lebih berani, lebih peka pada lingkungan sekitar, pikiran mereka juga lebih tanggap dalam inisiatif. Saya rasa masalah mereka telah mengasah pribadi dan emosi mereka menjadi lebih kaya.

Sebaliknya, teman-teman yang terbiasa hidup dalam kemudahan dan kesenangan cenderung lebih kekanak-kanakan, kurang peduli pada sekitar, kurang kreatif dan inisiatif. Mereka pun cenderung kurang sabar, lebih suka mengerjakan sesuatu dengan cara praktis , itu mungkin yang menghambat kreatifitas dan inisiatif mereka. Dalam hal berfikir mereka cenderung lebih lambat, masalah besar mereka biasanya adalah malas, tidak memiliki tekad dan pendirian yang kuat, manja dan kurang berani. Dalam hal emosi, mereka kurang kaya, pribadi mereka kurang berwarna karena dalam bersosialisasi biasanya bahasan mereka terbatas hanya tentang hal yang mereka senangi dan cenderung lebih cuek terhadap orang lain. Kalaupun tidak cuek, mereka pasti ketergantungan terhadap bantuan orang lain, mereka kurang bisa mandiri.

Apabila timbulnya masalah dalam hidupnya tersebut dijadikan sebagai momen evolusi kepribadian maka tak menutup kemungkinan masalah yang diderita bisa menempa sisi kebaikan lalu meningkatkan derajatnya menjadi kemuliaan. Sehingga dari semula manusia baik lalu kemudian meningkat menjadi jauh lebih baik lagi.

Namun bagi yang kurang kuat mentalnya, biasanya masalah justru akan semakin memperburuk derajat sikap dan sifatnya. Terutama bagi mereka yang tidak bisa intropeksi diri dan hanya bisa menyalahkan pihak lain atau keadaan, sifat buruk yang dimilikinya akan berubahnya menjadi semakin buruk. 

Sesungguhnya hidup tanpa masalah bagaikan sayur tanpa garam, kurang sedap. Akan tetapi apapun masalah yang kita hadapi semuanya pasti ada hikmahnya percayalah Tuhan ada disampingmu, meminta dan berdo'alah kepadaNya niscaya akan Ia berikan.

Apapun Masalah anda Minumnya Teh Botol Sosro, Maaf Bukan Promosi. Hehehehehehehehehe...



komentar (4) | | Read More...

Cara Agar Tidak Menunda-Nunda Pekerjaan

Cara Agar Tidak Menunda-Nunda Pekerjaan
Terkadang kita sering kali menunda nunda pekerjaan, Hal ini disebabkan Banyak Faktor, Capek, lagi males, bosan, tidak menguntungkan dan masih banyak faktor yang lain.Jangan menunda pekerjaan, mungkin kata-kata ini sudah sering kita dengar atau bahkan sering kita ucapkan, akan agak tetapi sulit dilaksanakan. Jujur saya sering menunda dan melewatkan pekerjaan yang penting, untuk itu Postingan kali ini membahas Tentang Cara Agar Tidak Menunda-Nunda Pekerjaan, Nah itu dapat mengingatkan saya betapa pentingnya tidak meninggalkan pekerjaan/menundanya. Tabloidnova mengupas tentang Cara Agar Tidak Menunda-Nunda Pekerjaan, berikut ini adalah kiat caranya.

  • Menganggap Semua Pekerjaan Itu Penting
Agar Anda tidak menunda-nunda pekerjaan, anggap semua pekerjaan Anda penting. Dengan begitu, Anda akan mengerjakan semua tugas tersebut saat ini juga. Ingat, jangan sampai terlewat detail-detail yang perlu Anda kerjakan. Pekerjaan yang penting biasanya juga sangat terkait dengan banyak orang, terutama rekan kerja dan atasan. Bisa juga dikatakan mempengaruhi “nasib” orang lain, baik itu rekan kerja, atasan, maupun pelanggan Anda. Jadi, dengan mengerjakannya tepat waktu, berarti Anda tidak mengecewakan orang lain. Bahkan, Anda bisa membuat rekan kerja maupun pelanggan merasa puas karena kepentingan mereka terpenuhi tepat pada waktunya.

  •  Kesempatan Tak Datang Dua Kali
Kesempatan biasanya hanya datang sekali. Nasihat ini sebaiknya Anda perhatikan. Pasalnya, kesempatan baik biasanya sangat langka. Jadi, sekali kesempatan datang, segera sambarlah. Jangan ragu dan jangan sampai Anda rugi karena mengabaikannya. Siapa tahu, pekerjaan yang harus Anda kerjakan saat ini adalah langkah awal untuk mendapat penghargaan atau bonus dari perusahaan. Dengan pertimbangan bahwa kesempatan tidak datang duakali, Anda akan mengerjakan tugas Anda saat ini juga. Namun, jangan pula mengabaikan kecermatan agar pekerjaan Anda tetap oke.



  • Menjaga Kepercayaan
Menjaga kepercayaan yang diberikan kepada Anda memang gampang-gampang susah. Untuk membuktikan bahwa Anda sanggup menjaga kepercayaan yang diberikan rekan kerja, atasan, maupun perusahaan, salah satunya adalah dengan tidak menunda-nunda pekerjaan! Tugas yang harus diselesaikan hari ini, kerjakan hari ini juga. Dengan begitu, orang lain akan melihat bahwa Anda bekerja dengan benar.
Juga, Anda akan selalu dipercaya. Bahkan, kepercayaan yang diberikan bisa jadi lebih besar. 

  • Efisien Waktu
Alasan lain kenapa Anda harus mengerjakan tugas saat ini juga adalah efisiensi. Setiap perusahaan pasti membutuhkan “kata sakti” itu. Anda pun sudah seharusnya ikut andil menciptakan efisiensi, termasuk melalui tugas yang harus Anda kerjakan “saat ini juga”. Semakin singkat waktu yang Anda perlukan untuk menyelesaikan suatu tugas, banyak hal yang bisa Anda peroleh. Misalnya, biaya produksi yang semakin kecil. Dengan tidak menunda-nunda pekerjaan, Anda ikut andil menciptakan efisiensi perusahaan.

  • Ritme Pekerjaan
Tidak menunda-nunda pekerjaan juga bisa memperlancar ritme kerja Anda, sehingga Anda akan lebih mampu menghasilkan kinerja yang optimal. Nah, jika ini menjadi dasar pikiran Anda, tentu Anda tak bakal menunda-nunda pekerjaan. Dengan mematuhi ritme kerja, pekerjaan Anda juga tidak menumpuk. Anda juga enjoy dan jauh dari stres yang tidak perlu. Jadi, tugas hari ini, kerjakan hari ini juga. Jangan biarkan ritme kerja Anda kacau. Di samping merugikan diri sendiri, rekan kerja pun akan terganggu.

  • Mengurangi Masalah
Mengerjakan tugas sesuai waktunya juga akan mengurangi masalah. Pasalnya, bisa saja terjadi, dengan menunda pekerjaan, masalah baru akan muncul. Anda pasti tidak mengharapkan hal ini terjadi, bukan? Bisa-bisa pelanggan mengeluh, rekan kerja marah-marah, dan Anda makin stres. Untuk itu, hindari situasi-situasi sulit baru, kerjakan tugas Anda saat ini juga bila memang harus selesai saat ini. Kurangi masalah, agar karier Anda “aman-aman saja”

  • Ketenangan
Tidak menunda-nunda pekerjaan juga akan membuat Anda tenang. Anda tidak lagi dibebani pekerjaan yang telah Anda selesaikan atau kerjakan saat ini juga. Ketenangan Anda, akan membuat ide, pemikiran, maupun rencana ke depan semakin fokus. Bahkan, Anda mampu menciptakan kinerja yang luar biasa buat diri Anda, rekan kerja, dan perusahaan. Jadi, bangunlah ketenangan diri dengan mengerjakan tugas saat ini juga. Jadi, jangan tunda-tunda lagi!

  •  Menunjukkan Kwalitas Diri
Kualitas Anda dapat dilihat dari cara Anda mengerjakan tugas. Apakah Anda suka menunda pekerjaan atau mengerjakannya sesuai target menjadi cermin, seberapa kualitas Anda. Jika Anda “menelantarkan” tugas yang harus diselesaikan saat ini, bisa jadi kualitas Anda akan dipandang sebelah mata. Mengabaikan waktu bisa berakibat kurang baik, misalnya pada ritme kerja. Jadi, tunjukkan kualitas diri Anda dengan mengerjakan tugas tepat pada waktu. Tugas saat ini, selesaikan saat ini pula.

  •  Menghargai Deadline
Bekerja tepat waktu, berarti Anda menghargai deadline Anda maupun deadline perusahaan. Akibat yang ditimbulkan bila Anda melanggar deadline bisa bermacam-macam, dari tumpukan pekerjaan, biaya produksi membengkak, kinerja tim terganggu, bahkan pelanggan yang “menyerang” bertubi-tubi. Jadi jagalah ritme dan kekompakan tim, dengan mengerjakan tugas tepat waktu. Hargai deadline, agar Anda enjoy dan kinerja perusahaan makin oke.

  •  Prioritas Utama
Bila pekerjaan Anda termasuk yang diprioritaskan, jangan ditunda pengerjaannya. Apalagi tugas yang bisa menarik minat pelanggan. Jangan sampai Anda terpancing untuk menunda-nundanya. Meski sulit, tetap usahakan dikerjakan “saat ini juga”.

  •  Mempunyai Kebanggaan Tersendiri
Suatu kebanggaan bila Anda bisa mengerjakan tugas tepat pada waktunya. Anda juga akan lebih menghargai diri Anda. Anda pun akan lebih menyadari bahwa diri Anda adalah orang yang peduli dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Untuk itu, Anda patut berbangga diri. Tapi tentu bukan kebanggaan yang menjerumuskan, lho. Jadi, kerjakan tugas Anda saat ini juga, jangan ditunda. Kebanggan pada diri akan membuat rasa percaya diri terjaga.

  •  Persembahan
Pekerjaan Anda adalah karunia. Bayangkan, bila Anda tidak memiliki aktivitas. Mungkin Anda bengong, dan selalu bertanya, “bermaknakah hidupku ini?” Timbal balik dari karunia yang Anda terima, kerjakan tugas dengan baik. Anggaplah pekerjaan Anda sebagai suatu persembahan kepada diri sendiri, rekan kerja, dan perusahaan. Nah, salah satu wujud persembahan itu adalah dengan tidak menunda-nunda pekerjaan.

Kerjakan pekerjaan dengan cepat, tepat, serta cemat. Apa yang harus Anda kerjakan saat ini, kerjakan saat ini juga. Dengan selalu menganggap bahwa pekerjaan Anda adalah persembahan terbaik Anda, kecil kemungkinan Anda akan mengabaikan tugas yang Anda terima. Akibat positifnya, Anda akan mengerjakan semua tugas dengan sungguh-sungguh.
  •  Pelayanan Pelanggan
Di dunia bisnis manapun, pelayanan kepada pelanggan merupakan hal penting yang harus. Karena itu, kerjakan segera semua hal yang berhubungan dengan pelanggan. Ingat, pelanggan adalah raja, yang tak bakal mau bersabar menunggu Anda bekerja “berlama-lama”. Mereka tentu juga tak mau membuang waktu dan biaya percuma. Jadi, jangan kecewakan mereka. Layani pelanggan dengan sebaik-baiknya melalui kinerja Anda, yakni menyelesaikan pekerjaan saat ini juga.

  •  Suatu Cermin Untuk Sukses
Hal terakhir yang perlu Anda ingat, apa pun yang Anda lakukan, jadikan sebagai “cemin” untuk sukses. Dengan demikian, Anda tidak akan pernah berpikir untuk mengabaikan pekerjaan. Selain itu, Anda juga akan lebih terfokus untuk mengerjakan tugas saat ini dengan sebaik-baiknya. Anda tidak akan menunda-nunda pekerjaan dan selalu mengerjakan pekerjaan hari ini dengan semangat hari ini juga.             
Manfaatkanlah Waktu Yang Ada 
Semoga Sukses
YAKUSA
komentar (2) | | Read More...
 
Copyright © 2011. HMI Tulang Bawang . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger